loading...

SUARABMI.COM - Dengan sekitar 18.000 pekerja asing yang dipekerjakan di sektor industri dan kesejahteraan sosial di Kabupaten Yunlin, pemerintah daerah mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya telah membentuk sebuah konsultan pusat layanan untuk meningkatkan komunikasi antara pekerja dan atasan mereka. 

Direktur Jenderal Departemen Ketenagakerjaan Yunlin Chang Shih-chung mengatakan bahwa membantu komunikasi dan koordinasi antara pengusaha dan karyawan asing mereka adalah salah satu misi penting departemennya. 

Departemen ini bertugas membantu pekerja kontrak dari luar negeri untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan, budaya, kebiasaan dan hukum rakyat di Taiwan, kata Chang.

Di wilayah barat daya, sebagian besar pekerja asing dipekerjakan sebagai perawat rumah tangga, pekerja pabrik, perawat di pusat perawatan kesehatan dan pekerja perikanan, menurut Chang. 
[ads-post]

Sebagian besar berasal dari Indonesia, terhitung 45 persen dari total, diikuti oleh Vietnam dari 35 persen, Filipina dengan 10 persen dan Thailand 8 persen, kata Chang. 

Kedepan, fasilitas baru ini akan menyelenggarakan lokakarya bagi pengusaha lokal, pekerja asing dan agen tenaga kerja untuk memberikan informasi mengenai undang-undang dan peraturan yang terkait dengan hubungan kerja, asuransi, kontrak kerja dan upah. 

Pusat layanan baru ini juga akan mengatur kegiatan untuk mempromosikan pertukaran budaya dan kursus bahasa bagi pengusaha lokal dan pekerja asing mereka.

Chang mencatat bahwa pihaknya telah mempekerjakan personil yang dapat berbicara bahasa Inggris, Thailand, Indonesia dan Vietnam untuk membantu urusan pekerja asing. Siapa pun yang memiliki pertanyaan tentang urusan semacam itu bisa menghubungi hotline 1955 untuk layanan, tambahnya. 

Sebagian besar berasal dari Indonesia, terhitung 45 persen dari total, diikuti oleh Vietnam dari 35 persen, Filipina dengan 10 persen dan Thailand 8 persen, kata Chang.

Powered by Blogger.
close