loading...

SUARABMI.COM - Dalam setahun ini lebih dari separo pekerja asing yang masuk yang memutuskan untuk berhenti kerja karena tuntutan dari majikannnya yang berlebihan dan sifat majikan yang keras.

Menurut Departemen Tenaga Kerja Singapura, hingga 53% pekerja rumah tangga asing memutuskan kontrak kerja mereka kurang dari 1 tahun masa kerja.

K Jayprema, presiden Asosiasi Ketenagakerjaan (Singapura), mengatakan tiga bulan pertama adalah periode paling menantang bagi pembantu dan majikan dimana betah tidak betahnya TKW ditentukan dimasa ini.

Kebanyakan majikan dilaporkan terlalu keras dan kasar dimana mereka menuntut TKW dengan pekerjaan lebih seperti untuk mengajari anak-anak mereka bahasa, mengerjakan pekerjaan rumah yang bukan tugasnya, membersihkan rumah 3 lantai setiap hari dan banyak majikan komplain terhadap masakan mereka yang dinilai tidak enak.
[ads-post]
Sementara dari TKW sendiri banyak yang meminta pelayanan yang tak masuk akal kepada majikannya seperti meminta kamar pribadi dan tak mau sekamar dengan pembantu lainnya. Ada juga TKW yang tidak sayang kepada pasiennya dan cenderung pemalas dan suka bermain gadget.

Jayprema menekankan bahwa kedua belah pihak harus lebih memahami satu sama lain, dan sangat menyarankan pengusaha untuk memberi pembantu baru setidaknya waktu tiga bulan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru mereka.

Dengan adanya saling memahami ini kemungkinan akan tercipta suasana yang harmonis antara pengusaha, majikan dengan pekerjanya. 

*Berita ini tayang di asiatimes dengan bahasa inggris

Dalam setahun ini lebih dari separo pekerja asing yang masuk yang memutuskan untuk berhenti kerja karena tuntutan dari majikannnya yang berlebihan dan sifat majikan yang keras.

Powered by Blogger.
close