loading...
============

SUARABMI.COM - Pada awal November lalu KJRI Hong Kong bersama Rumah Sakit Mayapada dan Tahir Foundation menyelenggarakan klinik kesehatan gratis selama seminggu ternyata menemukan banyak penyakit dari pasien kalangan buruh migran Indonesia.

Bertempat di Ruang Ramayana, klinik kesehatan gratis untuk BMI tersebut dibuka selama tujuh hari mulai 6-12 November 2017. Dibantu oleh empat orang tenaga medis yang terdiri dari dokter USG, dokter umum, dan dua orang suster, para BMI Hong Kong mulai menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan sesuai dengan nomor antrean.

Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan fisik umum, cek tensi, gula darah, asam urat, kolesterol, deteksi dini kanker payudara, serta pap smear alias pemeriksaan organ kewanitaan.

Hingga hari keempat klinik kesehatan berlangsung, tim medis menemukan beberapa BMI memiliki kista di payudara dan ovarium. Tidak sedikit juga BMI yang memiliki masalah dengan kolesterol dan gula darah. Untuk itu Yuni berpesan agar BMI meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat. 

Sebagaimana dilansir dari laman suara.com.hk, Konsul Pensosbud Yuni Suryati menyatakan bahwa Makanan yang bergizi itu tidak perlu yang mahal. Banyak sayur juga buah. Yuni juga menghimbau agar mengurangi makanan gorengan karena itu adalah sumber kolesterol. Selain itu Yuni juga mengatakan bahwa makan mie instan terlalu banyak juga tidak baik. Selain itu perlunya olahraga agar kesehatan lebih terjaga. Olahraga ala BMI sangatlah mudah, menyapu,mengepel serta belanja sudah merupakan olahraga.
[ads-post]
Konsul Pensosbud Yuni menyatakan klinik gratis ini diadakan karena banyaknya keluhan BMI yang kebingungan saat harus memeriksakan diri ke rumah sakit atau dokter di Hong Kong.

Kendala utama adalah karena bahasa kedokteran yang berbeda dengan bahasa kantonis sehari-hari sehingga BMI sulit mengerti, keterbatasan waktu dan ijin dari majikan, serta kekhawatiran akan diterminasi jika Majikan mengetahui BMI tersebut divonis sakit oleh rumah sakit atau dokter.

“Selain itu, banyak juga yang mengeluh sakit, terus bingung mau ke mana. Untuk itu KJRI mempunyai inisiatif untuk membuka klinik ini,” katanya.

Sejak awal dibuka, semangat para BMI untuk memeriksakan diri ke klinik kesehatan gratis ini sangatlah tinggi. KJRI mencatat sedikitnya ada 150 orang BMI yang datang pada hari pertama, dan 188 orang pada hari kedua.

“Saya kira tadinya kalau hari kerja itu tidak banyak yang datang. Akhirnya kami kehabisan stik untuk gula darah, asam urat, jadi harus mendatangkan lagi dari Jakarta karena alatnya yang ada di sini tidak cocok. Akhirnya, kemarin hari ketiga 100 (orang) saja dan hari keempat 100 saja,” kata Yuni.

Menurutnya, KJRI akan mengadakan seminar seputar kanker payudara menindaklanjuti klinik kesehatan ini.

“Yang telah terdeteksi ada benjolan, ada kista sudah kami catat, nanti akan kita ikutkan ke seminar. Saya akan bicara dengan ibu Grace dari Breast Cancer Foundation, bagi mereka yang sudah terdeteksi untuk diperiksa lebih lanjut. Lalu untuk kanker serviks, nanti saya juga akan berbicara dengan klinik di sini yang menangani organ kewanitaan, untuk direkomendasikan tindakan selanjutnya,” kata Konsul Yuni. | suaraHK

Pada awal November lalu KJRI Hong Kong bersama Rumah Sakit Mayapada dan Tahir Foundation menyelenggarakan klinik kesehatan gratis selama seminggu ternyata menemukan banyak penyakit dari pasien kalangan buruh migran Indonesia.

Powered by Blogger.
close