loading...

SUARABMI.COM - Kabar meninggalnya tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Malang kembali berembus. Ialah Sriasih, 45, warga Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, yang dikabarkan meninggal di negara tetangga, Singapura. ”Dari informasi sementara, diduga korban meninggal karena gantung diri,” terang Kapolsek Kalipare AKP Fatkhur Rokhman kemarin (1/11).

Sriasih diketahui sudah menjadi TKI di Singapura sejak 2012. Dia ditemukan meninggal Minggu lalu (29/10) sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Korban ditemukan dalam keadaan menggantung di rumah majikannya. Meski polisi sudah mendapat keterangan itu dari agen Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), penyebab meninggalnya Sriasih masih belum disimpulkan.

Fatkhur mengabarkan, hingga kini Polisi Singapura masih melakukan penyelidikan. ”Kemungkinan jenazah akan sampai di rumah duka sekitar pukul 23.00 nanti (kemarin malam),” tambahnya. Hal senada juga disampaikan Ngatijah, salah satu karyawan PT Hendrarta Argaraya, PJTKI yang memberangkatkan korban. Saat dihubungi koran ini via telepon, dia belum mau memberikan banyak keterangan.
[ads-post] 
”Mohon maaf, Mas, tadi sudah saya jelaskan ke pihak keluarga. Jadi, misal ingin mendapatkan kejelasan, silakan menghubungi keluarga korban,” tuturnya. Terpisah, Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang Achmad Djunaedi mengakui sudah menerima kabar meninggalnya Sriasih. Surat pemberitahuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura bernomor 0239/PWNI-BHI/XI/2017 sudah dia dapatkan.

Rencananya, jenazah korban bakal dipulangkan menggunakan pesawat China Airlines dengan nomor penerbangan C175. ”Kemungkinan jenazah akan tiba di Surabaya sekitar pukul 21.30 waktu setempat,” pungkasnya. Kabar kematian Sriasih pun menambah daftar panjang TKI asal Kabupaten Malang yang meninggal di negara orang. Dari pendalaman koran ini, sepanjang 2016 lalu ada lima TKI yang pulang tinggal nama.

Kabar pertama berembus pada Januari 2016. Ialah Eka Suryani, 23, TKI asal Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, yang dikabarkan meninggal di Kota Fujian, Tiongkok. Di bulan yang sama, Murti, TKI asal Desa Segaran, Kecamatan Gedangan, juga dikabarkan meninggal di Johor, Malaysia, akibat kecelakaan kapal.

Mei 2016 lalu, Suwedar Ning Asih, TKI asal Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, juga meninggal di Hongkong. Pada Oktober 2016 lalu, Ariyani, 30, warga Desa Tawangagung, Kecamatan Ampelgading, dilaporkan meninggal dunia di Malaysia. Berikutnya, ada kabar kematian Dyky Erlian Arga, 20, TKI asal Sumbermanjing Wetan, November lalu. Saat itu, korban yang diduga menjadi TKI ilegal terlibat kecelakaan kapal terbalik di Perairan Batam.

Pewarta : Ashaq Lupito

Kabar meninggalnya tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Malang kembali berembus. Ialah Sriasih, 45, warga Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, yang dikabarkan meninggal di negara tetangga, Singapura. ”Dari informasi sementara, diduga korban meninggal karena gantung diri,” terang Kapolsek Kalipare AKP Fatkhur Rokhman kemarin (1/11).

Powered by Blogger.
close