loading...

SUARABMI.COM - Pengusaha dan majikan di Hong Kong rencananya akan membuat sebuah petisi dan aksi demonstrasi menentang usulan aturan mengenai TKW tidak lagi tinggal bersama majikannya (live-in).

Joan Tsui, anggota Kelompok Dukungan untuk Pengusaha HK dengan Pembantu Rumah Tangga Asing, mengatakan bahwa sebagian besar pengusaha khawatir bahwa pekerja akan menjadi malas atau tidak dapat bekerja dengan baik jika mereka tinggal secara terpisah.

Selain itu, para orang tua yang sangat bergantung pada pembantu rumah tangga untuk merawat anak-anak mereka di pagi hari sangat khawatir jika pembantu tersebut terlambat bekerja.

Beberapa pengusaha juga mengkawatirkan bila para TKW nantinya akan bekerja paruh waktu ditempat lainnya tanpa sepengetahun mereka dimana hal itu adalah ilegal.
[ads-post]
Tsui percaya bahwa jika persyaratan "live-in" dibatalkan, pekerja rumah tangga yang sudah tinggal lama di Hong Kong akan memiliki bukti kuat bahwa mereka dapat mengajukan permohonan tinggal permanen.

Tsui memperkirakan bahwa setidaknya 100.000 dari 350.000 akan memilih untuk tinggal terpisah dengan majikannya dan akan ada permasalahan besar jika hal ini terjadi.

Sebelumnya pengadilan Hong Kong menerima pengaduan dari TKW Philipina bahwa tinggal bersama majikan itu memaksa mereka harus bekerja 24 jam penuh dan hanya sedikit istirahat.

Jika aturan tinggal terpisah dengan majikan ini disahkan, maka para pengusaha akan melawan dan melakukan demonstrasi untuk menentangnya. Apa pendapat kamu?

Pengusaha dan majikan di Hong Kong rencananya akan membuat sebuah petisi dan aksi demonstrasi menentang usulan aturan mengenai TKW tidak lagi tinggal bersama majikannya (live-in).

Powered by Blogger.
close