============

SUARABMI.COM - Pemerintah Hongkong telah didesak untuk lebih memperhatikan dan memberikan perlindungan kepada TKW Hamil yang bekerja di Hong Kong agar mereka terhindar dari penindasan dan hal tragis.

Tuntutan itu datang dari support group for people employing domestic workers Hong kong setelah beberapa kasus pekerja rumah tangga ditangkap karena meninggalkan bayi yang baru lahir selama dua tahun terakhir karena mereka takut dengan majikan dan takut kehilangan pekerjaannya.

Joan Tsui Hiu-tung, anggota Kelompok Pendukung untuk Pengusaha Hong Kong, mengatakan bahwa mereka telah mempelajari sejumlah kasus pekerja rumah tangga yang telah hamil dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar pekerja bertanya tentang pengaturan kerja, kontrak kerja dan perawatan bayi saat mereka tahu mereka hamil.

Tapi Tsui tidak mengungkapkan jumlah pasti kasus TKW yang hamil yang mereka ketahui. Tsui mengatakan beberapa pekerja rumah tangga hamil sebelum mereka tiba di Hong Kong, sementara yang lainnya hamil setelah berkencan dengan pacar mereka di Hongkong.
[ads-post]
Sebagian besar pekerja rumah tangga tidak ingin anggota keluarga mereka di Indonesia mengetahui bahwa mereka hamil, dan mereka khawatir majikan mereka mungkin tidak ingin memperpanjang kontrak mereka. Jadi, sebagian besar mengelabuhi majikan atas kehamilannya dengan mengatakan berat badan mereka naik dan mereka memakai pakaian longgar.

Sementara banyak majikan mengatakan bahwa mereka tidak ada waktu untuk mengamati pembantu mereka, jadi tidak heran jika banyak majikan tidak mengetahui kalau pekerjanya ternyata telah hamil.

Tsui mengatakan bahwa para pekerja berada di bawah tekanan dan sering mencoba berbagai cara untuk menyembunyikan kehamilan mereka termasuk menggugurkan atau membuang setelah janinnya lahir.

Para TKW itu khawatir jika anak mereka lahir bagaimana cara merawatnya sementara mereka harus bekerja di majikan, oleh karenanya membuang janin atau menyerahkan anak ke panti adalah satu-satunya solusi.

Tsui mengkritik pemerintah karena dukungannya yang tidak memadai untuk pembantu rumah tangga atau pekerja rumah tangga yang hamil dan majikan mereka, dalam hal pedoman dan saran mengenai pengaturan kerja - cuti melahirkan selama kehamilan, serta perawatan medis pasca-kelahiran.

"Pemerintah hanya menyerahkan masalah ini kepada pekerja dan majikan, dan membiarkan mereka mengatasinya sendiri, yang akhirnya menyebabkan lebih banyak perselisihan dan tragedi dikalangan pekerja dan majikan," kata Tsui sebagaimana dilansir asiatimes.

Pemerintah Hongkong telah didesak untuk lebih memperhatikan dan memberikan perlindungan kepada TKW Hamil yang bekerja di Hong Kong agar mereka terhindar dari penindasan dan hal tragis.

loading...
Powered by Blogger.
close