loading...
============

SUARABMI.COM - Perdana menteri Lai Ching-te (賴清德) pada jum'at ini meminta ke sejumlah perusahaan yang terdaftar dan multinasional yang berbasis di Taiwan untuk menaikkan gaji karyawannya sebagai cara untuk menghidupkan kembali perekonomian Taiwan.

Lai mengusulkan kenaikan gaji ini untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja dan pekerja terampil yang mana kekuarangan pekerja terampil ini bisa menghambat investasi di Taiwan, yang juga mencakup kekurangan lahan, listrik dan air. 

Untuk menyikapi permasalahan  ini Lai mengungkapkan harus ada kebijakan pragmatis dimana bisa menarik para pekerja terampil untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Taiwan agar investasi di Taiwan mampu berjalan proporsional.
[ads-post]
Lai membuat tiga permintaan kepada para pemimpin bisnis: bahwa mereka mempercepat investasi di Taiwan, membagi keuntungan mereka dengan karyawan dengan cara menaikkan gaji, dan bekerja sama dengan pemerintah dalam inisiatif pengembangan bakat.

Mengutip statistik yang baru-baru ini disusun oleh pemerintah bahwa rata-rata gaji awal untuk lulusan universitas sekitar NT $ 28.000 (US $ 922) per bulan, Lai mengatakan bahwa "terlalu rendah". Dia mendesak kenaikan gaji untuk mendorong semangat kerja di perusahaan dan masyarakat luas. 

"Khusus untuk perusahaan yang terdaftar dan perusahaan multinasional, yang menawarkan gaji bulanan sebesar NT $ 30.000 kepada karyawan masih di bawah standar. Seharusnya ada ruang untuk menaikkan upah," kata Lai. 

Perdana menteri Lai Ching-te (賴清德) pada jum'at ini meminta ke sejumlah perusahaan yang terdaftar dan multinasional yang berbasis di Taiwan untuk menaikkan gaji karyawannya sebagai cara untuk menghidupkan kembali perekonomian Taiwan.

Powered by Blogger.
close