loading...
============

SUARABMI.COM - Sebutlah Siti namanya, salah seorang BMI yang bekerja di Hong Kong sebagai PRT mulai 9 Mei 2016 lalu ini sering kena semprot majikannya karena bahasa kantonisnya tidak lancar, bahkan ia sering dipotong gajinya karena hal tersebut.

Chung Bing Fu, majikan Siti tercatat pernah memotong 3 kali gajinya sebesar masing-masing HK$ 1659 bahkan si majikan sering menunda-nunda memberikan gaji kepada Siti.

Terakhir pada bulan Desember 2016 lalu, dimana biasanya Siti mendapat gaji pada tanggal 8 namun hingga sebulan ia tak juga diberi gaji.

Akibat ulahnya ini, Chung kini didenda HK$ 2000 dan akan susah lagi mengambil TKW untuk dipekerjakan kepadanya.

"Kita bukan melihat dari besarnya sanksi yang dikenakan (HK$ 2000-Red), tapi ini konsekuensi di balik pengakuan bersalah itu, yakni Chung akan tercatat namanya di sistem Hong Kong bahwa pernah melanggar hukum dan akan sulit mempekerjakan buruh migran lagi" kata Manajer Kasus Senior Christian Action, Tania Sim sebagaimana dilansir suara.

Seorang majikan hanya diperbolehkan memotong gaji pembantunya maksimal HK$ 300 jika ada hal yang memang harus dipotong oleh majikannya.
[ads-post]
Siti semula menuntut HK$ 18.000 untuk sisa gaji, pemotongan secara illegal, tiket dan biaya transport serta uang ganti libur. Namun Chung sempat balik menuntut HK$ 9000 dengan alasan Siti P telah kabur tanpa pemberitahuan one month notice.

Pada 22 maret 2017 lalu, persidangan kasus Siti dan majikannya usai dimana keduanya sepakat kata damai dengan si manjikan harus membayar Siti sebesar HK$ 11.000.

Namun ternyata tak sampai disitu, Departemen Labour kembali menghubungi Siti dan memintanya untuk menjadi saksi atas potongan ilegal majikannya.

Sening, (23/10/2017), Pengadilan Tuen Mun memutuskan mendenda Chung sebesar HK$ 2000 atas pengakuan kesalahan yang telah ia lakukan.

"Sekarang kami mengajukan surat kepada KJRI agar dapat me-blacklist Chung, atas dasar kasus ini, agar jangan sampai ada lagi BMI yang jadi korban penundaan gaji dan bahkan gaji dipotong secara ilegal," kata Tania

Siti pun saat ini sudah bekerja pada majikan barunya di Hong kong dan semua haknya telah ia dapatkan.

Sebutlah Siti namanya, salah seorang BMI yang bekerja di Hong Kong sebagai PRT mulai 9 Mei 2016 lalu ini sering kena semprot majikannya karena bahasa kantonisnya tidak lancar, bahkan ia sering dipotong gajinya karena hal tersebut.

Powered by Blogger.
close