SUARABMI.COM - Setelah 15 tahun menjalani hidup sebagai TKI ilegal di Kinabalu, Malaysia, Erwin Chaniago (45) seorang TKI asal DKI Jakarta akhirnya bisa kembali pulang ke tanah air dan bisa berkumpul bersama keluarganya. Selama ini Erwin bekerja serabutan di negeri orang dan sejak tahun 2016 ia mengalami sakit stroke.

Berbekal surat dari KBRI Kinabalu dan permohonan bantuan dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan, BP3TKI Jakarta mencoba membantu memulangkan Erwin yang hilang kontak dengan keluarganya untuk kembali pulang dengan hanya mengantongi info minim tempat tinggal Erwin 15 tahun lalu, yaitu di depan Pool Taksi Dian di Jakarta Barat.

“Saya sudah 15 tahun bekerja dan putus komunikasi dengan anak istri saya yang tinggal di Padang, tapi saya punya adik dan saudara yang tinggal di Depan Pool Taksi Dian kawasan Jakarta Barat,” jelas Erwin kepada pihak BP3TKI Jakarta.

Erwin dipulangkan dari Nunukan ke Bandara Soekarno Hatta dan dijemput tim BP3TKI Jakarta, Jumat (01/12) untuk kemudian difasilitasi mendapatkan perawatan di RS. Polri Kramat Jati Jakarta Timur. Sepekan dirawat, keluarga Erwin belum juga ditemukan, padahal RS.Polri telah menyatakan Erwin sudah bisa dipulangkan.

Selanjutnya BP3TKI Jakarta berkoordinasi dengan Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Ceger Jakarta Timur agar dapat menampung Erwin sementara waktu. Erwin akhirnya dibawa ke panti sosial, Kamis (07/12).
[ads-post]
Tak berhenti sampai disitu,  BP3TKI Jakarta terus menelusuri alamat lama TKIB tersebut dan menemukan bahwa tempat itu telah berubah menjadi beberapa ruko. Penelusuran berlanjut ke rumah di belakang barisan ruko yang ternyata milik sepupu jauh Erwin, Buyung (47). Dari Buyung, tim BP3TKI Jakarta kemudian memperoleh alamat kerabat terdekat Erwin yaitu Erika (48). Dari keduanya tim BP3TKI Jakarta memperoleh informasi lebih dalam mengenai Erwin dan merencanakan pertemuan untuk serah terima TKI-B tersebut kepada pihak keluarganya.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Jakarta, Jupriyadi turut hadir untuk memulangkan Erwin kepada pihak keluarganya yang diwakili oleh kakak kandung Erwin, Suherman (53) dan Erika di Panti Sosial pada Senin (11/12). Suherman tak kuasa menahan rasa syukurnya karena dipertemukan kembali oleh adiknya.

“Terimakasih Pak, Bu, sudah membantu adik saya ini,” ungkapnya kepada tim BP3TKI Jakarta.

Menjawab ungkapan terimakasih Suherman, Jupriyadi menjelaskan bahwa tim BP3TKI Jakarta akan berusaha membantu setiap permasalahan TKI.

“Kami siap dan terus berusaha untuk memberikan pelayanan maksimal kepada TKI guna mencari solusi bagi permasalahannya,” ungkapnya di hadapan semua yang hadir.

Senada dengan Jupriyadi, Kepala BP3TKI Jakarta Mucharom Ashadi mengapresiasi pekerjaan ini. Kepala BP3TKI Jakarta memberikan instruksi kepada para pegawai BP3TKI agar selalu mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, khususnya TKI.

“Kita selaku aparat pemerintah harus selalu tanggap dan responsif terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh para TKI. Negara harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat”, ujar Kepala BP3TKI Jakarta dengan tegas.

Setelah 15 tahun menjalani hidup sebagai TKI ilegal di Kinabalu, Malaysia, Erwin Chaniago (45) seorang TKI asal DKI Jakarta akhirnya bisa kembali pulang ke tanah air dan bisa berkumpul bersama keluarganya. Selama ini Erwin bekerja serabutan di negeri orang dan sejak tahun 2016 ia mengalami sakit stroke.

loading...
Powered by Blogger.
close