loading...

SUARABMI.COM - Pada 18 Januari kemarin persidangan kasus yang menimpa BMI Hongkong bernama Yuni Kristiani (28) kembali digelar namun menemui jalan buntu lantaran video rekaman tidak ada di HP pelaku dan facebook pelaku telah dinonaktifkan.


Menurut jaksa penuntut umum, mereka telah melakukan penyelidikan terhadap ponsel terdakwa namun file memandikan anak tersebut tidak tersimpan dan file di ponsel juga telah dihapus.

Karena kurangnya bukti ini, jaksa meminta sidang ditunda untuk melakukan penyelelidikan lebih lanjut dan akan meminta bukti IT forensik kepada pihak facebook untuk dijadikan alat bukti.
[ads-post]

Sebagaimana diketahui, pada awal Desember lalu, menurut laporan dari South China Morning Post (SCMP) tertanggal 5 Desember, seorang pekerja rumah tangga asal Indonesia bernama Yuni Kristiani  ditangkap setelah ia upload video secara live di facebook saat memandikan 3 anak kecil.

Dalam sidang perdananya, KJRI Hongkong memberikan jaminan HK$ 1500 agar Yuni bisa tinggal diluar penjara.


Sedangkan jika Yuni terbukti bersalah, ia terancam 5 tahun penjara jika pihak majikan tidak memaaftkan dia karena merupakan kejahatan komputer dan atas penayangan p0rn0grafi itu ia bisa dituntut 3 tahun penjaran dan denda 1 juta dollar.

Pada 18 Januari kemarin persidangan kasus yang menimpa BMI Hongkong bernama Yuni Kristiani (28) kembali digelar namun menemui jalan buntu lantaran video rekaman tidak ada di HP pelaku dan facebook pelaku telah dinonaktifkan.

Powered by Blogger.
close