Heboh Karena Buang Jasad Bayi Di Toilet Pesawat Hasil Hubungannya Dengan Majikan, Ini Pengakuannya
SUARABMI.COM - Hani, ibu yang membuang jasad bayinya di tong sampah pesawat Etihad EY 474, merupakan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang telah bekerja selama empat tahun di Abu Dhabi, Dubai. Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Ahmad Yusep, Minggu (7/1/2018).

"Dari keterangan pelaku, dia memang seorang TKW yang sudah bekerja selama empat tahun di Timur Tengah," ujarnya.

Diduga, bayi tersebut adalah hasil hubungan gelap dengan majikannya selama dia bekerja di luar negeri. Namun, Yusep mengaku hal tersebut belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut lantaran yang bersangkutan masih lemah.

"Kita belum tahu pasti, tapi menurut keterangan pelaku ia bekerja memang tidak dengan suaminya," ujarnya.

Lebih lanjut Yusep mengatakan, pelaku mengaku tidak mengaborsi bayi malang tersebut. Saat tengah di toilet pesawat, Hani mengaku tiba-tiba merasakan sakit di bagian perut dan sang bayi keluar begitu saja.

"H mengaku ia tidak melakukan usaha untuk mengaborsi bayinya, saat sedang di toilet pesawat, sang bayi tiba-tiba keluar begitu saja," ujarnya.
[ads-post]
Kini, Polisi masih menunggu kondisi Hani yang masih dalam proses perawatan dan pemulihan untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

"Pelaku kita jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun, Undang-undang Kesehatan ancaman hukuman 10 tahun, dan Undang-undang aborsi juga," Yusep memungkas.

Diduga, bayi tersebut adalah hasil hubungan gelap dengan majikannya selama dia bekerja di luar negeri. Namun, Yusep mengaku hal tersebut belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut lantaran yang bersangkutan masih lemah.

"Kita belum tahu pasti, tapi menurut keterangan pelaku ia bekerja memang tidak dengan suaminya," ujarnya.

Lebih lanjut Yusep mengatakan, pelaku mengaku tidak mengaborsi bayi malang tersebut. Saat tengah di toilet pesawat, Hani mengaku tiba-tiba merasakan sakit di bagian perut dan sang bayi keluar begitu saja.

"H mengaku ia tidak melakukan usaha untuk mengaborsi bayinya, saat sedang di toilet pesawat, sang bayi tiba-tiba keluar begitu saja," ujarnya.

Kini, Polisi masih menunggu kondisi Hani yang masih dalam proses perawatan dan pemulihan untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

"Pelaku kita jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun, Undang-undang Kesehatan ancaman hukuman 10 tahun, dan Undang-undang aborsi juga," Yusep memungkas.

Hani, ibu yang membuang jasad bayinya di tong sampah pesawat Etihad EY 474, merupakan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang telah bekerja selama empat tahun di Abu Dhabi, Dubai. Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Ahmad Yusep, Minggu (7/1/2018).

loading...
Powered by Blogger.
close