loading...

SUARABMI.COM - TKI pada umumnya setelah pulang ke tanah air kembali bingung mencari pekerjaan sementara uang dari luar negeri habis untuk dimakan sehari-hari. Namun berbeda dengan Joko Miyanto (34) warga Jalan Musi Barat Kecamatan Sukorejo Kota Blitar kini sudah bisa mandiri dengan bisnis perlengkapan burung kicaunya. Sebab dia bisa memanfaatkan situasi pasar dan menggunakan upah selama di luar negeri untuk membangun bisnisnya.

Joko ada sekitar lima tahun bekerja di Korea. Dan sejak 2003 dia kembali ke tanah air dan dirinya ingin membangun bisnis sendiri di negaranya. Sebab dia tak mau kembali lagi keluar negeri karena tidak mau berpisah lagi dengan orang tua dan keluarganya lagi.

“Tidak enak kalau jauh dengan orang tua. Jadi ketika gajian uang langsung saya transfer ke Ibu saya lalu saya suruh depositokan. Memang rencana saya uang tersebut untuk buka usaha ketika sudah pulang,” ungkapnya Rabu (24/1).

Dia mengaku memang sempat juga menghambur-hamburkan uang ketika punya dapat uang banyak dari luar negeri. Tapi dia sadar kalau cari pekerjaan di dalam negeri sulit lalu dia merenung memilih usaha apa. Lalu dia mengembangkan apa yang ada di desanya untuk dikembangkan. Dia yang tinggal didekat pasar hewan akhirnya memilih usaha perlengkapan burung.
[ads-post]
“Rumah saya kan dekat Pasar Hewan Dimoro, lalu saya minta ibu di rumah untuk membuka perlengkapan peliharaan burung yang lengkap. Lalu ibu di rumah melengkapi perlengkapan burung mulai dari pakan, kandang dan aksesorisnya,” ujar pria yang masih lajang ini.

Lantas setelah pulang ke kampung halaman dia berencana ingin membuat bisnis kandang dan pakan burung yang selama itu dikelola ibunya lebih besar. Dia membuka sebuah klub penggemar burung yang bernama “Dimoro Enterprise”.

Disini dengan modal Rp 300 juta dari hasil kerjanya di luar negeri, dia membangun sebuah gantangan skala besar untuk tempat burung-burung berlomba kicau layaknya arena. Dan di sana juga disediakan cafe untuk memanjakan peserta lomba untuk bersantai di sana sambil ngobrol bersama penghobi burung lainnya.

“Jadi saya buat ajang penghobi burung untuk saling temu dan berlomba. Bahkan seminggu selalu ada lomba di tempat saya,” ujarnya.

Dia mengatakan dengan klub bentukannya itu, dia bisa melakukan iklan gratis. Dimana orang yang ikut lomba bakal membeli pakan atau kandang burung ditokonya.

“Penghobi yang ikut lomba atau kumpul kumpul di tempat saya pastinya akan melirik toko dan minimal tahu kalau saya punya toko pakan. Sehingga nantinya toko juga laris akibat saya bangun tempat khusus lomba burung kicau ini,” katanya. | Jatimtimes

TKI pada umumnya setelah pulang ke tanah air kembali bingung mencari pekerjaan sementara uang dari luar negeri habis untuk dimakan sehari-hari. Namun berbeda dengan Joko Miyanto (34) w

Powered by Blogger.
close