loading...

SUARABMI.COM - Karena kemiskinan, ribuan wanita dari negara-negara di Asia Tenggara nekat mengadu nasib menjadi pekerja informal di negara-negara kaya di Timur Tengah. 

Ada yang beruntung dan membawa pundi-pundi saat pulang, namun tak sedikit bernasib nahas seperti pekerja asal Filipina ini.

Keluarga syok menerima jenazah Liezl Hukdong. Dari luar, jahitan tampak memanjang dari dagu, leher, hingga ke bagian perut.

Tak hanya itu, demikian dikutip dari laman Viral4real, 12 Januari 2018, keluarga kemudian mengetahui bahwa mata, otak dan beberapa organ hilang--kecuali hati dan usus.

Liezl Hukdong berangkat ke Kuwait dengan kerabat lain pada Desember 2016. Awalnya, keluarga berkomunikasi melalui media sosial. Semua berjalan baik-baik saja.
[ads-post]
Hingga sekitar November 2017, tiba-tiba akun Liezl Hukdong di Facebook tidak aktif. Sejak itu, keluarga tidak mendapat kabar dari dia. Betapa kagetnya keluarga menerima kabar bahwa Liezl Hukdong disebut bunuh diri pada 17 Desember 2017.

Keluarga kemudian menanyakan hal itu ke agensi yang memberangkatkan Liezl Hukdong. Ternyata, merekapun kaget karena Liezl Hukdong terdaftar di catatan agensi masih aktif.

Keluargapun kian mencurigai penyebab kematian Liezl. Apalagi ketika keluarga menerima jasadnya yang digambarkan penuh memar. Keluarga menduga, Liezl disiksa majikannya selama bekerja di luar negeri.

Karena kemiskinan, ribuan wanita dari negara-negara di Asia Tenggara nekat mengadu nasib menjadi pekerja informal di negara-negara kaya di Timur Tengah.

Powered by Blogger.
close