loading...

SUARABMI.COM - Kasus 2 komedian asal Jawa Timur yang tersandung masalah penyalahgunaan visa di Hongkong kini sedang mendekam di penjara Hongkong untuk menantikan sidang lanjutan dimana keduanya berstatus terdakwa saat persidangan kemarin.

Keduanya diundang oleh BMI di Hongkong namun menggunakan visa turis atau visa yang tidak diperbolehkan untuk mengais rejeki di Hongkong.

Sebagaimana undang-undang imigrasi di Hongkong, pelanggaran dan penyalahgunaan visa mendapat  ancaman hukuman penjara maksimal 2 tahun dan denda maksimal HK$ 50.000 atau sekitar 85 juta.

Dalam kasus ini, pihak otoritas Hongkong menemukan bukti permulaan yang cukup telah terjadinya pelanggaran ijin tinggal bagi penyelenggara acara dan penyalahgunaan visa turis bagi pengisi acara yaitu Cak Percil dan Cak Yudho.
[ads-post]
Kasus cak Percil dan Cak Yudho sidang pertama kali di pengadilan Shatin kemarin (18/2) dimana ketua panitia penyelenggara telah diinterogasi dan dilepaskan dengan jaminan wajib lapor, sementara kedua komedian dipenjara.

Sementara KJRI Hongkong melalui pres realesenya, senantiasa mendampingi kasus 2 komedian itu di pengadilan hingga menjenguk di penjara untuk memastikan hak-hak keduanya terpenuhi.

Sementara sang istri yang sedih dengan kasus inipun curhat dimedia sosial agar keduanya cepat dipulangkan dan meminta doa penggemar agar kasusnya segera selesai.

Menanggapi kasus ini, KJRI Hongkong meminta BMI yang mengadakan acara tidak sesuai peraturan di Hongkong untuk membatalkannya sebelum warga Indonesia lainnya menjadi korban dari kegiatan komersil yang hanya demi keuntungan belaka.

"Saya berharap semoga hal ini dapat menjadi kejadian terakhir sekaligus menjadi pelajaran yang berharga bagi kita seluurh WNI di Hongkong. Saya juga himbau agar semua WNI di Hongkong agar dapat menjadi tamu yang baik dan taat dengan hukum serta aturan yang berlaku di Hongkong"Tegas Try Tharyat, Konjen KJRI Hongkong.

Kasus 2 komedian asal Jawa Timur yang tersandung masalah penyalahgunaan visa di Hongkong kini sedang mendekam di penjara Hongkong untuk menantikan sidang lanjutan dimana keduanya berstatus terdakwa saat persidangan kemarin.

Powered by Blogger.
close