loading...

SUARABMI.COM - Banyak sekali TKA di Taiwan yang belum memahami bahwa walaupun mengenderaia sepeda elektrik jika sambil mabuk maka akan tetap melanggar hukum di Taiwan.

Jika hukuman bagi pelanggar denda ini tahun lalu hanya membayar denda, maka tidak dengan tahun ini dimana selain membayar denda mereka juga akan dideportasi walaupun kesalahan itu tergolong kecil.

Sebagaimana dilansir UDN News, dalam aturan baru ini setidaknya sejak September 2017 hingga Januari 2018 sudah ada 77 TKA yang dipulangkan karena masalah mengendarai sepeda elektrik sambil mabuk, mereka dari Indonesia, Thailand, Vietnam dan lainnya.
[ads-post]
Sebenarnya sepeda elektrik ini digolongkan sepeda lamban sehingga tak perlu SIM, Helm untuk mengendarainya namun karena banyak yang dimodifikasi, hingga mampu melaju di atas kecepatan standarnya dan membuat banyak kecelakaan jika pengemudinya mabuk.

Peraturan standar untuk pengendara sepeda motor elektrik, bila pengendara terdeteksi minum alkohol tidak lebih dari 0,25 maka akan didenda 15000-19000 NTD. Bila lebih dari 0,25 maka akan dibawa ke pengadilan, dipenjara 2 bulan.

Namun peraturan ini berbeda dengan pengendara asing. Bila tertangkap mabuk sambil berkendara, bukan saja diberhentikan dari pekerjaan, TKA bersangkut harus dipulangkan dan tidak boleh masuk ke Taiwan selama 4 tahun.

Nah, sahabat BMI perhatikanlah dan share keteman-teman BMI agar mereka lebih hati-hati dan tidak dipulangkan sepihak yang berujung penyesalan nantinya.

77 Pekerja di Taiwan Dipulangkan Karena Mengendarai Sepeda Elektrik Sambil Mabuk dan Diblacklist Selama 4 Tahun

Powered by Blogger.
close