SUARABMI.COM - Pengadilan Tinggi Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia Timur Rabu 28/03 memvonis dua pria Indonesia dan seorang Malaysia masing-masing 10 tahun penjara karena terbukti salah memiliki rencana melakukan aksi terorisme di Filipina.

Dua orang warga negara Indonesia itu adalah Faisal, 23, TKI yang bekerja sebagai sopir truck, dan TKI tukang kayu bernama Ali Misron, 37. Bersama mereka seorang warga negara Malaysia Nor Azmi Zahyi, 49 dari Selangor. Mereka bersama-sama mengaku bersalah merencanakan tindak terorisme di Filipina melalui Kota Kinabalu.

Faisal dan Nor Azmi keduanya ditangkap di depan sebuah toko di Jalan 3, Pusat Bandar Sandakan sekitar jam 12:20 pada tanggal 15 Juni tahun lalu, sementara Ali Misron ditangkap di Bandara Sandakan sekitar 18:15 pada hari yang sama.

Pengadilan mengungkapkan fakta bahwa mereka saling berhubungan melalui akun Facebook Messenger untuk bertemu di Masjid Jamek di Sandakan untuk merencanakan masuk ke Tawi-Tawi di Filipina selatan, dan melanjutkan perjalanan ke Kota Marawi untuk ikut serta dalam pemberontakan bersenjata. Namun mereka keburu ditangkap polisi Malaysia.
[ads-post]
Mereka dituntut berdasarkan pasal 130JA , Penal Code (KUHP-Malaysia) dengan ancaman hukuman penjara 30 tahun dan denda.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu telah melakukan upaya pendampingan hukum terhadap warga negara, Faisal dan Ali Misron dengan menunjuk pengacara Farazwin Haxdy untuk membela mereka.

Hakim Ravinthran menambahkan hukuman terhadap Ali Misron dua tahun penjara setelah Ali Misron mengaku bersalah atas dakwaan lain yaitu memiliki barang-barang yang disimpan di dalam telepon seluler miliknya. Barang larangan itu mengandung unsur-unsur terorisme dan terkait dengan negara Islam (IS).

Hukuman tambahan terhadap Ali Misron ini berdasakan pasal 130JB (1) (a) penal code (KUHP Malaysia) dengan ancaman hukuman penjara maksimum tujuh tahun. (*)

The Star, Bernama , Kindo

DUO "TKI TERORIS" INI DIVONIS 10 TAHUN PENJARA DI MALAYSIA

loading...
Powered by Blogger.
close