SUARABMI.COM - Seorang nenek bernama Mbah Tumpuk dilaporkan dan diperiksa polisi Blitar  (26/3) atas tuduhan menghabiskan uang kiriman salah seorang TKW Hongkong yang dulu pernah menjadi menantunya.

Kisahnya, putra Mbah Tumpuk yang merupapakan TKI Korea menikah dengan S.En, salah satu TKW Hongkong dan keduanya membina rumah tangga.

Dalam perjalanan mahligai rumah tangga keduanya, Adi, Suami S.En setiap bulannya mengirimkan hasil jerih payahnya ke S.En di Hongkong karena yang mengurus keuangan selama ini adalah istri, selain itu Adi juga sering berkunjung ke Hongkong untuk memberikan nafkah batin.

Terdata 32 kali pengiriman transfer antar bank Korea - Hong Kong, dengan total 37 juta Won setara dengan HK$252.100.97. Setara dengan IDR428.000.000,- dengan krus HKD1 : Rp1.700.00a

Karena keuangan dipegagng istri, selama kurun waktu itu, sang Ibu dari Adi.S mendapat kiriman nafkah dari anak tersayang melalui sang menantu. Atas nama S.En mentransfer uang nafkah ke orang tua ( Mbah Tumpuk) atas sepengetahuan keduanya (Adi.S dan S.En).

Menurut Mbah Tumpuk, kiriman uangnya banyak sekali. Dicelengi untuk memperbaiki rumahnya yang reot, menghabiskan dana Rp80.juta rupiah. Setelah itu tidak mendapat kiriman dari S.En karena tidak lagi menjadi anak menantu.

Mereka bercerai dan berdasarkan data perceraian dilakukan 17 Juli 2017. S.En dikabarkan menikah lagi dan sudah menikah ke sekian kali sampai saat ini hidup bahagia dengan suaminya.
[ads-post]
Berdasarkan resit pengiriman dari Hong Kong ke Mbah Tumpuk inilah S. En menuntut uang "hasil keringatnya" dikembalikan.

Karena Mbah Tumpuk tidak merasa "dititipi" uang, dan juga tidak punya uang, maka tidak dapat memenuhi permintaan S.En.

Dengan sebab inilah S.En melaporkan Mbah Tumpuk sebagai pelaku tindak pidana penggelapan. Pasal 372 KUHP.

Adi yang tak terima dengan perlakuan S.En pun menunjuk pengacara untuk melawan dan mendapatkan keadilan, karena uang Adi banyak yang dikirimkan ke S.En

"Uang kiriman suami ke istrinya di rekening Hong Kong itu jumlahnya besar, lebih dari yang dikirimkan ke Mbah Tumpuk, maka penyelesaianya ya mediasi, atau gugatan gono gini" kata Davin S.H . M.H salah satu team pengacara Mbah Tumpuk sebagaimana dilansir kindo.

Niat mendapatkan untung, jika S.En tak mampu menang dalam pengadilan ia justru malah akan kehilangan banyak uang karena sang mantan suami juga menuntut ratusan juta yang telah dikirimkan kepada S.En.....

Foto: Mah Tumpuk dan pengacara

Tak Mau Mengembalikan Uang Kirimannya, Nenek Ini Dilaporkan TKW Hongkong Setelah Menjadi Mantan Menantunya

loading...
Powered by Blogger.
close