loading...
============

SUARABMI.COM - Masih ingat dengan kasus Jaryanto (36) yang menghabisi nyawa kekasihnya, Sopiah (40) pada saat hari valentine lalu di sebuah toko Indonesia? Baca dulu: TKI Kaburan Bunuh Kekasihnya Dihari Valentine di Toko Indo di Yilan Taiwan.

Jaryanto diputuskan oleh Mahkamah Agung dengan hukuman 15 tahun penjara kamis kemarin (15/3) dan kasusnya ditetapkan sebagai kasus pembunuhan.

Menurut Mahkamah Agung, terdakwa Jaryanto (阿杜) dan korban Sopiah (阿雅), (40) menjalin hubungan cinta saat bekerja serabutan di daerah Lishan Taichung setelah keduanya kabur dari tempat kerja resmi mereka.

Pada bulan Februari 2017 lalu, pasangan tersebut memutuskan untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang agar mereka bisa dipulangkan ke Indonesia, sembari menunggu hari penyerahan diri, mereka mendekati seorang pemilik toko kelontong di Kabupaten Yilan untuk mendapatkan bantuan tempat tinggal.

Pemilik toko, bermarga Chang (張), mengizinkan Jaryanto dan Sopia untuk bermalam di tempat tersebut setelah terlebih dahulu menghubungi pihak berwenang atau imigrasi.
[ads-post]
Namun, malam sebelum pasangan tersebut berangkat dengan menyerahkan diri pada tanggal 14 Februari 2017, mereka terlibat dalam perdebatan sengit hingga emosi dan menghilangkan nyawa kekasihnya. Menurut penyidik ​​Jaryanto mendorong kepala Sopiah ke dinding, menendang wajahnya dan menikamnya dengan benda tajam. 

Ketika Jaryanto menemukan Sopiah tidak lagi bernafas, dia menyembunyikan tubuhnya di kotak kardus dan mencoba membersihkan noda darah di tempat kejadian. 

Namun, tetangga toko mendengar kejadian tersebut dan ketika Chang kembali memeriksa pasangan tersebut, dia menemukan tempat tersebut dalam keadaan tidak normal dan Jaryanto berperilaku tidak wajar. Akibatnya, dia memberi tahu polisi.

Tak lama kemudian, petugas polisi tiba di tempat kejadian, menemukan mayat Sopiah yang tak bernyawa di dalam kotak kardus dan tangan Jaryanto dengan lumuran darah. 

Setelah Jaryanto ditangkap, dia mengaku sudah memukul Sophiah namun mengatakan bahwa dia tidak bermaksud membunuhnya. 

Menurut Pengadilan Tinggi Taiwan, pertimbangan diberikan pada fakta bahwa Jaryanto tidak memiliki sejarah kriminal selama lima tahun di Taiwan. Pengadilan juga memperhitungkan pengakuannya yang jujur hingga pengadilan tinggi memvonisnya dengan 15 tahun penjara.

TKI Kaburan Taiwan yang Habisi Nyawa Kekasihnya Di Hari Valentine Lalu Dijatuhi Hukuman 15 Tahun Penjara

Powered by Blogger.
close