loading...
============

“If you don’t like it here, you can always leave, go back to where you came from,” (jika kamu tidak suka di sini, tidak ada halangan bagimu untuk meninggalkan (Hong Kong-red) , pulanglah ke tempat darimana kamu berasal).

Kalimat tersebut dikutip dari tulisan dalam pojok 'Opini' di South China Morning Post Sabtu, 17/02 yang ditulis oleh warga Hongkong.

Lebih lengkap kalimatnya demikian: "Jika kamu tidak suka di sini, keluar.. Itulah mengapa pembantu rumah tangga di Hong Kong yang merasa tertindas tidak akan pernah bisa menang" (di pengadilan-red).
[ads-post]
Hal itu diungkapkan pasca kekalahan gugatan seorang warga buruh migran ke mahkamah konstitusi dalam upayanya menuntut diperbolehkanya buruh migran 'stay out' dan gugatanya kalah di pengadilan.

Keyakinan mendalam di - tempurung-kepala- bahwa - hanya warga nasionalis (patriot) kelahiran tanah airnya yang memiliki hak untuk mengeluh (unjuk-rasa) dan orang luar boleh setuju atau minggat (jika tidak setuju-red). Tulis Yonden Lathoo. Dalam tulisan aslinya sebagai berikut : ("... this boneheaded belief that only a bona fide son of the soil has the right to complain and anyone else should either just suck it up or go away").

Nah,.... masih lumayan kan, warga negara asing di Hong Kong dapat berkiprah dema-demo mendema-mendemo pemerintah Hong Kong inspite of ketidak sukaan sebagian warga Hong Kong sendiri. :) . Bayangkan jika para pekerja asing (Misalnya - Cina, demo dan berorganisasi di Indonesia). | Kindo HK

TKI Sering Demo dan Nuntut Diluar Negeri, Kata Orang Luar 'Kalau Kamu Gak Suka Bekerja Disini, Silahkan Pulang'

Powered by Blogger.
close