SAVEBMI.COM - Nurfaiyzah binti Casma Ali, salah satu TKW yang bekerja di Arab Saudi ini tak nerkomunikasi dengan keluarganya sudah lebih dari 18 tahun silam.

TKW asal Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra Indramayu inipun kini bisa menghirup udara segar dan pulang ke Indonesia, namun sayang ia lupa bahasa Ibu dan bahasa Indonesia.

Nurfaiyzah berangkat ke Arab Saudi saat usianya masih belia, yaitu 13 tahun. Oleh perusahaan yang memberangkatnya, data Nurfaizyah dipalsukan. Tertera di paspornya, ia lahir pada tahun 1969.

Ia mengaku tergiur untuk mengadu nasib di negeri Dua Tanah Suci itu setelah melihat kehidupan tetanggannya tampak lebih sejahtera setelah bekerja ke Arab Saudi.

"Kadang hilang kontak itu tidak hanya ulah pengguna jasa, tapi memang keinginannya sendiri. Seperti Nurfaizyah ini," kata Konjen RI untuk Jeddah, Hery Saripudin, dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dilansir suaraBMI Jumat 6 April 2018.

"KJRI Jeddah selalu mengingatkan TKI untuk memperbaharui kontrak kerja di KJRI bila masa berlakunya sudah habis dan selalu mengambil cuti pulang untuk menengok keluarga di kampung," lanjut dia. 
[ads-post]
Saat ditanya mengapa Nurfaizyah tak menghubungi keluarga di kampungnya yang terletak di Indramayu, ia menjawab karena kehilangan nomor telepon orangtuanya. Demikian pula orangtuanya yang kehilangan nomor telepon Nurfaizyah.

Sampai pada suatu hari datanglah dia ke Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah diantar majikannya. Sang majikan meminta bantuan mencarikan alamat keluarga Nurfaiyzah di Tanah Air agar pembantunya itu bisa dipulangkan. Justru yang mendorong dia pulang  adalah majikannya.

Kepada petugas Nurfaiyzah mengaku dirinya tidak berpikir ingin pulang karena merasa betah tinggal bersama majikan. Kata dia majikannya memperlakukan dia seperti anaknya sendiri dan tidak terlalu dibebani banyak pekerjaan. Segala kebutuhannya dipenuhi. Gaji pun lancar meskipun, kata dia, disimpankan majikan di bank.

Ia pun mengaku majikannya sangat baik dan menyuruhnya pulang untuk menengok keluarga. "Saya hanya nyeterika baju. Habis itu saya makan, tidur. Yang masak madam (majikan perempuan)," tuturnya dalam Bahasa Arab. 

Di hadapan petugas, sang majikan berjanji memenuhi hak-hak Nurfaiyzah selama ia bekerja dengannya, namun tidak mau membayar di KJRI Jeddah melainkan melalui rekening bank atas nama pribadi Nurfaiyzah. Sang majikan ingin memastikan bahwa uang hasil jerih payah ARTnya itu benar-benar diterima oleh Nurfaiyzah. 

18 tahun lamanya bekerja di Arab Saudi dan tidak berkomunikasi dengan keluarga membuat Nurfaiyzah lupa bahasa Indonesia, apalagi bahasa daerahnya. Dia mulai berkomunikasi dengan keluarganya setelah dirinya ditampung sementara di shelter KJRI. Beruntung sang ibu  bisa  berbahasa Arab karena juga pernah bekerja sebagai ART di Arab Saudi.

Nurfaiyzah binti Casma Ali, salah satu TKW yang bekerja di Arab Saudi ini tak nerkomunikasi dengan keluarganya sudah lebih dari 18 tahun silam.

loading...
Powered by Blogger.
close