loading...

SUARABMI.COM - Sebuah akun grup Facebook "Waspada Scammer Cinta" dan Instagram "Fey Down" mengungkap modus scammer atau penipuan lewat media sosial.

Pelaku penipuan adalah sejumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Jelekong, Kabupaten Bandung, sedangkan korbannya ratusan wanita yang kebanyakan janda TKI.

Modus itu seperti diungkap Polrestabes Bandung yang menetapkan tiga narapidana sebagai tersangka, yakni Iqbar Destevantio alias Mencos (25) asal Kota Cimahi.
Iqbar berstatus narapidana kasus perlindungan anak dengan vonis 11 tahun.

Lalu, Jamjam Nurjaman alias Ijam (30), asal Paseh, Kabupaten Bandung, narapidana kasus narkotika dengan vonis 4 tahun.

Kemudian, Febri Andriana alias Ape (29) asal Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, narapidana kasus curat dengan vonis 1 Tahun 6 Bulan.

Dalam akun tersebut, modus penipuan lewat media sosial disebut scammer.

Scammer, secara luas diartikan sebagai upaya seseorang atau sekelompok orang yang menipu memakai cara licik lewat dunia maya.

Sebuah akun grup di Facebook bernama Waspada Scammer Cinta aktif mengkampanyekan agar warganet tidak terjebak ulah scammer.

Di akun tersebut, pelaku scammer akrab disebut codot. Pantauan SBMI dalam akun tersebut, untuk menipu korban pelaku scammer biasanya mencatut foto-foto milik anggota TNI/Polri dari akun asli anggota TNI/Polri.
[ads-post]
Foto itu digunakan oleh pelaku dalam akun media sosial seperti Facebook, Instagram dan lain sebagainya.

Akun itu kemudian digunakan oleh pelaku dalam memburu calon korban secara acak di akun-akun media sosial milik perempuan.

Tidak hanya mencatut foto anggota TNI/Polri, pelaku scammer juga kerap menggunakan foto profil pria yang bekerja di sejumlah perusahaan BUMN.

"Waspada Scammer Cinta" dan "Fey Down" juga mengunggah kasus dengan modus serupa yang terjadi sejak 2015 serta mengunggah data-data korban yang sudah diperas para pelaku.

Dalam kasus yang diungkap Polrestabes Bandung, pelaku beraksi dari balik terali besi lapas.

Mereka menjalin pertemanan di media sosial, berinteraksi via pesan instan.

Setelah dekat, mereka menjalin komunikasi lebih intim melalui phone sex bahkan video call hingga telanjang sambil merancap.

Video call itu kemudian direkam dan jadi alat untuk memeras korban.

Modus menggunakan foto anggota TNI/Polri dibenarkan oleh Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo.

"Pelaku menggunakan foto profil dengan (mencuri) foto seorang anggota TNI/Polri untuk meyakinkan korbannya. ‎Oleh pelaku, foto itu digunakan untuk akun milik pelaku seolah-olah pelaku ini benar-benar anggota hingga korban akhirnya tertipu," kata Hendro Pandowo via ponselnya, Kamis (12/4/2018).

Raup Rp 800 Juta Tiap Pekan Lewat Cinta Dumai Para Janda, Napi Setor Rp 40 Juta ke Sipir Saban Bulan

Powered by Blogger.
close