loading...
============

SUARABMI.COM - “Sebelum menikah dengan Yuli, saya sudah berstatus TKI Malaysia. Dan Yuli saat itu berstatus TKW Hong Kong. Namun saat akan menikah, kami menyepakati, setelah menikah, Yuli akan tetap tinggal dirumah, tidak kembali ke Hong Kong lagi, dan hanya saya yang kerja kembaali menjadi TKI” terang Jarno, seorang PMI Malaysia asal Sampung Ponorogo.

Bertemu di Ponorogo, Jarno mengaku sangat kecewa dengan ulah Yuli, istrinya yang ternyata diam-diam telah menyalahgunakan kepercayaannya, mengkhianati kesetiaannya sebagai seorang istri.

"Setelah kami punya anak, belum genap setahun anak kami lahir, Yuli ngeyel akan kembali ke Hong Kong. Padahal secara keuangan, uang yang saya kirim dari Malaysia lebih dari cukup untuk hidup di Ponorogo, baik di Grogol Sawo desa kelahiran Yuli maupun di Sampung kampung halaman saya" tutur Jarno.

Alasan bingung menganggur di rumah, mumpung usia masih muda, mencari tambahan modal rumah tangga, membuat Jarno luluh dan memberikan ijin pada Yuli untuk kembali ke Hong Kong tahun 2014.

“Pekerjaan saya di Malaysia itu di kebun sawit. Di pedalaman, komunikasi internet sulit tidak seperti sekarang. Sedangkan Yuli di Hong Kong tiap hari Internetan terus. Saya tahunya beberapa tahun kemudian saat saya membuat facebook sendiri”
lanjut Jarno.

Seiring dengan semakin bertambah besarnya anak perempuan Jarno dan Yuli, keberadaan Yuli sebagai figur ibu semakin dibutuhkan. Apalagi, setelah ibunda Jarno, yang selama ini dititipi anak perempuan mereka meninggal duunia pada akhir tahun kemarin.

Jarno mendesak Yuli untuk pulang. Namun Yuli berkelit dengan berbagai macam alasan. “Lama-lama bilangnya ‘pokoknya aku gak mau pulang’ gitu mas” tutur Jarno.
[ads-post]
Dan setelah itu, komunikasipun putus. Namun Jarno tetap gigih berupaya mencari Yuli demi putri semata wayangnya. Bekat bantuan jaringan pertemanan di Hong Kong dan Malaysia, 4 bulan kemudian akhirnya Jarno menemukan jawaban.

“Ternyata facebook Yuli itu dua mas. Yang satunya saya baru tahu. Dan di facebook yang satunya itulah saya mendapatkan kenyataan pahit yang menjadi jawaban” tutur Jarno.

Jumat, 11 Mei 2018 kemarin, berdasarkan informasi yang didapat Jarno dari jaringannya, Yuli sebenarnya pulang ke Indonesia melalui bandara Juanda. Namun sampai dua hari kemudian, baik di rumah Sampung maupun di rumah Grogol Sawoo dimana kedua orang tua Yuli tinggal, Yuli tetap tidak ditemukan. Bahkan, keluarga di desa Grogol, menurut pengakuan Jarno, tidak mengetahui sama sekali.

Dan lagi-lagi facebook yang memberi jawaban, Jarno kembali mendapatkan kenyataan menyakitkan, Yuli mengunggah foto-foto mesra berlatar beberapa objek wisata di Bali dengan seorang PMI Korea yang juga berasal dari Ponorogo.

“Ternyata mas, Ini, lihat sendiri, Yuli malah selingkuh dengan “munyuk Mbungkal” (sebutan Jarno untuk PMI Korea selingkuhan Yuli yang berasal dari Bungkal Ponorogo), dan ini mereka di Bali, ini poto mesum di kamar hotel juga diunggah di facebook. Bejat Yuli Mas. Gilo saya nyawang, diobok-obok munyuk mbungkal. ” terang Jarno dengan nada emosi.

Menyadari dan memegang bukti dengan apa yang selama ini terjadi, membuat Jarno membulatkan tekat, demi kebaikan anak perempuan semata wayangnya, Jarno akan menggugat cerai Yuli usai lebaran nanti.

“Saya sudah bulat, Yuli saya cerai. Tidak layak menjadi ibu dari anak perempuan saya Mas. Saya tidak ingin anak perempuan saya seperti ibu yang melahirkannya. Mumpung belum terlanjur terlalu jauh akibatnya, lebih baik saya cerai” tegas Jarno.

“Memang, penampilan saya jauh dibanding dengan penampilan munyuk mbungkal itu. Saya kerja di kebun sawit, tiap hari berjemur diterik matahari, tiap hari berkubang debu dan tanah, badan saya dekil, sedangkan munyuk mbungkal bekerja di pabrik di Korea, tidak pernah kena debu, tidak pernah kena panas. Saya mengakui kalau saya dengan penampilan saya tidak kekinian seperti penampilan munyuk mbungkal itu”
aku Jarno.

“Karena itulah mas, saya, sebagai korban sakit hati, korban penghianatan dari seorang TKW Hong Kong, saya berpesan, jika seorang suami menyuruh pulang, sebaiknya pulang saja. Cukup attau tidak cukup kehidupan di desa, tergantung dari bagaaimana menjalani. Contohnya saya, ini, sodara saya adaa 6, bapak dan ibu saya hanya kerja sebagai buruh tani, pelihara kambing dan ayam, tappi alhamdulilah 6 anaknya bisa sekolah tamat SMA semua,” lanjutnya

Meskipun Yuli sudah berada di Indonesia, namun Jarno mengaku sampai saat ini belum bisa membangun komunikasi dengan Yuli. Termasuk seluruh keluarga di Grogol Sawoo. Karena itulah, melalui ApakabarOnline.com, Jarno menitipkan pesan :


“Yul, terusno lakonmu, aku ora bakal ngalang-ngalangi. Ngelingono Yul, selama iki aku pancen ora iso tampil kekinian koyo munyuk mbungkal selingkuhanmu kuwi, sebab roso tanggung jawabku luwih gedhe ketimbang roso gengsiku. Untal-untalen kono munyuk mbungkal kuwi aku ora bakal nganggu. Mung, enthenono surat panggilan ko pengadilan bar bodho sesuk. Gawe awakmu nyuk, munyuk mbungkal, ternyata masio penampilanmu kekinian, nanging seleramu mung bekase wong liyo. Ora sumbut karo tampangmu nyuk munyuk. Lek-leken kono Yuli, aku wis emoh, iku wis bekasku. Banggakan kowe ? ” pungkas Jarno. | Artikel Alsi

Aku Di Malaysia, Istriku di Hongkong Digondol Munyuk Mbungkal Ponorogo yang Kerja di Korea, Saat Pulang Mereka Bermesraan di Bali

Powered by Blogger.
close