loading...
============

SUARABMI.COM - Beberapa hari ini publik TKI Hongkong dihebohkan oleh kabar Ira Bakul Jamu dan Ka Ka Oktaviana bakul bedak dan behel dimana keduanya adalah BMI Hongkong namun untuk Ka Ka Oktaviana sudah tidak lagi bekerja di Hongkong karena sudah ada di Indonesia.

Selain menjadi BMI keduanya juga mempunyai pekerjaan sambilan dimana Ka Ka Oktaviana adalah bakul bedak dan tukang behel sedangkan Ira sendiri adalah bakul jamu dan pengamen sekaligus sponsor TKI.

Kasus keduanya dengan dugaan hutang piutang ramai menjadi perbincangan dimedia sosial, bahkan keduanya saling memberikan klarifikasi dan saling menyalahkan satu sama lain. Lantas siapa yang salah?

Menurut kacamata hukum sebagaimana kita ketahui semuanya, bahkwa seorang BMI di Hongkong dilarang kerja diluar kontrak kerja yang ada pada visa.
[ads-post]
Jika seorang BMI diketahui melakukan bisnis yang menguntungkan dalam bentuk apapun, seperti jualan, ngamen, atau apapun sedang statusnya masih menjadi TKI, maka hal itu jelas melanggar aturan ketenagakerjaan yang ada di Hongkong.

Departemen Leisure and Cultural Services pernah mengeluarkan peringatan dan larangan kepada TKW Hong Kong yang melakukan aktifitas perdagangan atau bisnis di luar jam kerja dan di hari libur.

Berdasarkan pasal 41 Peraturan Keimigrasian (Cap. 115), seluruh pelanggar ijin tinggal akan dinyatakan bersalah dan dituntut membayar denda sebesar HK$ 50.000 dan hukuman penjara selama dua tahun.

Nah, berdasarkan aturan diatas sudah jelas jika permasalahan kedua TKI ini adalah masalah yang sebenarnya melanggar hukum di Hongkong dan keduanya jika diketahui oleh pihak imigrasi, maka akan menjadi ancaman berat bagi keduanya dimana jelas-jelas keduanya statusnya masih TKI.

BMI Hongkong Nyambi Jualan dan Ngamen Saat Liburan? Itu Salahi Aturan dan Terancam Denda HK$ 50.000 dan Penjara 2 Tahun

Powered by Blogger.
close