loading...

Jika teroris mencari surga dengan membunuh diri dan membunuh orang lain, di mana sebenarnya alamat surga mereka? 

Saya kira, lantaran  mereka mirip drakula pengisap darah, bisa jadi surga mereka adalah di rumah-rumah tua yang pengap, sepengap hati dan pikiran mereka. 

Atau, surga mereka berupa goa-goa purba, sepurba akal mereka yang menghalalkan segala cara untuk membunuh buruan mereka? 
Atau?... 
Ah, entahlah di mana sebenarnya alamat surga mereka. 

*** 
Teroris memang begitu. Jangankan kepada nyawa orang lain, kepada nyawa sendiri mereka juga tak peduli. 

Kemulyaan mereka adalah tunduk patuh terhadap junjungan  mereka yang bernama "Paham". Paham mereka adalah menjadi penghuni surga, dan jalan menuju surga adalah jika mereka mau dan mampu menyingkirkan mereka yang tak sepaham dengan segala cara, termasuk cara yang paling bengis, menyiksa, dan membunuh, juga membunuh diri. 

Tak beradab, memang. Mana ada orang yang memiliki adab menyiksa orang lain seperti binatang, sebuah tindakan yang dilarang dan dibenci oleh para Nabi. 

Mana ada orang beradab merusak kehidupan orang lain hingga luluh lantak? Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama, adab adalah kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak. 

Beradab artinya mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yang baik; berlaku sopan: telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya. 

Maka, mereka yang melakukan tindakan teror dan mereka yang berada di belakangnya sebagai pendukung dan pembela tindakan terorisme sama bedebahnya dengan para teroris itu sendiri. 

Maka, sebagai Ketua Umum Ikatan Wartawan Online, saya pun mengutuk keras tindakan teror yang terjadi  di Gereja Santa Maria, Surabaya, Jawa Timur, melalui bom bunuh diri. 

"Kami lihat kejadian ini terjadi upaya bunuh diri," kata  Kabid Humas Polda Jatim Kombes  Frans Barung di Surabaya, Minggu (13/5/2018). Menurut Frans, bom meledak di halaman gereja. 
[ads-post]
Ada dua orang dinyatakan meninggal, termasuk pelaku. Sementara yang terluka ada 13 orang, yakni 2 polisi dan 11 masyarakat yang merupakan umat gereja. Bom disebut meledak sekitar pukul 07.15 WIB. Hingga pukul 11.17 WIB, tercatat 9 meninggal dunia dan 40 orang luka-luka. 

*** 

Entah apa yang sesungguhnya mereka kejar dan tuju? Surga? Jangan-jangan surga yang mereka tuju tak sama dengan surga kita sekalian  kendati mereka mengaku seagama dengan kita. 

Maklumlah, bukankah agama kita mengajarkan kasih sayang kepada sesama, seperti yang juga diajarkan Allah melalui nabi-Nya? Bismillahirrahmanirrahim. 

Bukankah Tuhan mengajarkan kepada mahluknya untuk menebarkan cinta kasih di muka bumi? Bukankah Yang Maha Hidup mengutuk setiap tindakan bunuh diri dan tentu saja mengutuk tindakan membunuh sesama? 

Tapi begitulah, tiap kali terjadi tindakan teror dengan bom atau senjata lainnya, benak saya senantiasa bertanya, di mana sebenarnya alamat surga mereka? 

Adakah mereka akan dijemput bidadari berparas elok seperti yang dijanjikan oleh Tuhan? Akankah mereka menempati Istana yang pada halamannya terhampar taman indah dengan pohonan penuh buah segar dan di bawahnya mengalir dan berkelok sungai madu? 

Sebab, tindakan teror dalam segala bentuknya adalah pengingkaran terhadap perjuangan kami di IWO, yang memiliki spirit Membangun Peradaban dan Kemanusiaan, maka haram bagi kami kini dan nanti memberikan panggung kepada mereka yang berniat memecah belah kita sebagai bangsa yang akan berujung pada penghancuran nilai-nilai kemanusiaan kita. 

Keterbukaan kami, kesabaran kami, selama ini, ternyata telah dimanfaatkan oleh mereka yang ternyata lebih mementingkan kelompok mereka sendiri yang akan membangun tatanan kehidupan versi mereka yang antitoleransi dan antipersahabatan sesama makhluk. 

Cukup sudah pelajaran yang kita dapat dari mereka mengenai kekejaman dan angitoleransi. Kini saatnya kita menutup halaman media kita buat mereka dan mengisinya dengan berita-berita yang menyejukan, berita-berita yang memulyakan kemanusiaan. 

Saya tak mau, kelak kawan-kawan kita dari luar negeri takut datang ke sini, sebab ini negeri, kata kawan saya Mba Rayni, mirip negeri uji nyali. 

Bisa saja, kawan yang berjalan bersama kita mendadak menikam punggung kita. Tapi, kita sepakat untuk tidak takut, dan mengabarkan nyali kita yang sudah teruji berpuluh kali menghadapi teror seperti ini. Kita juga sepakat, akan mengganyang semua bentuk teror dengan cara yang beradab, dan tegas! 

*Ditulis oleh Jodhi Yudono, penulis esai kompas.

Jika teroris mencari sorga dengan membunuh diri dan membunuh orang lain, di mana sebenarnya alamat sorga mereka?

Powered by Blogger.
close