loading...
============

SUARABMI.COM - Sebanyak 23 majikan di Singapura secara ilegal mengerahkan pembantu rumah tangga mereka untuk melakukan pekerjaan lain selain dirumah majikannya dalam 3 tahun terakhir dimana hal ini melanggar undang - undang perburuan di Singapura.

Menurut statistik dari Departemen Tenaga Kerja yang dirilis ke Harian Berita Shin Min, pihak berwenang menangani lebih dari 400 kasus yang melibatkan kasus ilegal pekerja rumah tangga asing antara 2015 dan 2017.

Dua puluh tiga dari kasus-kasus tersebut ditemukan secara ilegal dimana majikan mengirim pelayan mereka untuk bekerja untuk orang lain atau untuk melakukan pekerjaan non-domestik seperti membantu di toko-toko sebagai asisten.
[ads-post]
Winnie Wang Yang, Konsultan Rekrutmen Luar Negeri Advance Link International Pte Ltd, mengatakan bahwa di masa lalu beberapa majikan mungkin telah secara tidak sengaja melanggar aturan ketika mereka pergi ke luar negeri untuk liburan atau untuk tugas jangka pendek, menitipkan pelayan mereka dengan seorang teman atau kerabat, daripada membiarkannya di rumah atau membiarkan mereka pulang untuk cuti.

Namun, ini adalah pelanggaran dimana dalam beberapa tahun terakhir karena kementerian menyatakan peraturan ketenagakerjaan dan ketentuan izin kerja sangat jelas, dan lembaga juga akan mengingatkan majikan tentang tugas dan tanggung jawab para pembantu.

Saat ini, pelayan asing di Singapura hanya dapat bekerja di alamat tempat tinggal yang tercantum dalam izin kerja mereka. Pengusaha yang melanggar aturan bisa menghadapi denda hingga S $ 10.000 (100 Juta) dan akan dilarang mempekerjakan pembantu di masa depan.

sumber: Asia times
editor: suarabmi

Majikan yang Menyuruh Pembantunya Bekerja di Tempat Lain Tak Sesuai Paspor, Mereka Akan Dilarang Mempekerjakan TKW Lagi dan Denda 100 Juta

Powered by Blogger.
close