loading...

SUARABMI.COM - AMCB, sebuah organisasi pekerja rumah tangga asing di Hong kong menggalang petisi yang isinya meminta pemerintah Hong Kong mengeluarkan peraturan pembatasan jam kerja bagi PRT Asing di rumah majikan.

Diberitakan oleh Oriental Group, organisasi tersebut mengaku telah mengumpulkan 38 ribu tanda tangan PRT asing dalam petisi yang mereka buat, dan rencananya akan diserahkan ke otoritas Hong kong pada Kamis (14/06/2018) depan.

Dalam tuntutannya, mereka ingin pemerintah Hong Kong mengatur kepastian jaminan bahwa pekerja rumah tangga bisa beristirahat selama 11 jam berturut-turuttanpa gangguan, disamping waktu makan.
[ads-post]
Selama ini, rata-rata, PRT asing di Hong Kong bekerja antara 16 hingga 20 jam sehari, dan menurut mereka ini sangat tidak masuk akal, lantaran kondisi kurangnya waktu istirahat akan berpengaruh pada kinerja.

Mereka juga menuntut pemerintah Hong Kong melihat kelayakan akomodasi (tempat tinggal) yang selama ini ada yang diberi akomodasi seperti di dapur, di kamar mandi, lemari serta lorong rumah.

Jurubicara organisasi tersebut menyatakan, Pemerintah Hong Kong mulai sekarang harus tegas untuk memperlakukan pekerja rumah tangga sebagai pengurus rumah tangga di Hong Kong, bukan budak. Karena itulah, harus ada kepastian jam kerja dan jam istirahat. | Artikel Asli

38 Ribu TKW Hongkong Minta Pemerintah Memberikan 11 Jam Waktu Istirahat Setiap Harinya, Apakah Kamu Setuju ?

Powered by Blogger.
close