============

SUARABMI.COMPemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan untuk mencabut larangan mengirim pekerja rumah tangga ke Timur Tengah. Dari tahun 2011 hingga 2013, Pemerintah telah memberlakukan larangan sementara pengiriman pekerja rumah tangga ke Timur Tengah setelah banyak laporan tentang penyiksaan TKI yang bekerja di sana.

Pada tahun 2015, larangan total untuk 21 negara diberlakukan setelah pemerintah Saudi memvonis dua pekerja rumah tangga Indonesia dengan hukuman mati.

Di antara 21 negara itu adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar dan Bahrain, dimana negara-negara itu memiliki permintaan terbesar dalam pengadaan pekerja rumah tangga.

Nurson Wahid, kepala Badan Perlindungan dan Penempatan Pekerja Migran, mengatakan bahwa pemerintah telah mempunyai sebuah rencana yang akan memungkinkan pekerja rumah tangga untuk mencari pekerjaan di timur tengah lagi. Sekitar 30.000 pekerja rumah tangga akan dikerahkan ke Timur Tengah begitu larangan itu dicabut. [ads-post]
Dia mengatakan hak-hak pekerja rumah tangga akan dilindungi karena pemerintah  akan mengikuti contoh negara lain seperti Filipina, yang menandatangani perjanjian dengan pemerintah Kuwait mengenai perlindungan pekerja rumah tangga Filipina.

“Jam kerja para TKW sekarang sudah diperbaiki. Mereka mungkin tidak perlu melebihi jam kerja maksimum, sama seperti pekerja lain,” kata Wahid. Wahid menambahkan bahwa pekerja rumah tangga tidak lagi diizinkan untuk tinggal di rumah majikan mereka, yang akan memastikan perlindungan mereka.

"Model kerja ini telah diterapkan untuk pekerja migran dari Filipina," katanya. Pada 2014, ada 1,5 juta pekerja rumah tangga Indonesia di Arab Saudi.

Saat ini ada sekitar satu juta pekerja Filipina di Arab Saudi, 700.000 di Uni Emirat Arab, 200.000 di Qatar, dan 140.000 di Kuwait.

Indonesia Buka Lagi Pengiriman TKI ke Arab Saudi Sebagai Tahap Uji Coba, Keselamatan Pekerja Jadi Taruhannya

loading...
Powered by Blogger.
close