loading...
============

SUARABMI.COM - Seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) mengeluhkan sakit kepala dan kemudian diperiksan dan ternyata mengidap tumor otak. Ia pun harus menjalani operasi di rumah sakit di Singapura.

 Majikannya, seorang wanita Singapura berusia 50-an tahun ini berusaha mengumpulkan dana sebesar S $ 100,000 melalui kampanye online untuk mantan pelayannya yang berusia 28 tahun, yang berada dalam kondisi kritis karena tumor otak dan pendarahan.

Majikannya bernama Pauline Tan mengatakan kepada Shin Min Daily News bahwa Liviani, seorang ibu dari seorang bocah tiga tahun, datang ke Singapura dari Indonesia dan bekerja sebagai rumah tangganya tahun ini untuk menghidupi keluarganya.

Pembantunya digambarkan sebagai seorang pekerja yang sangat baik dan peduli, telah merawat ibu Tan yang berusia 88 tahun, yang memiliki penyakit Alzheimer.

Pada bulan April, Liviani menyatakan keinginan untuk kembali ke rumah untuk merawat putranya yang masih muda, tetapi Tan memintanya untuk tinggal di sana sampai dia berhasil mendapatkan pembantu baru.
[ads-post]
Majikan mengatakan butuh waktu lama untuk menemukan pengganti. Beruntung sang pembantu masih berada di Singapura dan belum kembali ke Indonesia karena biaya perawatan yang cukup tinggi. Pada tanggal 9 Mei, Liviani mengeluh sakit kepala yang tidak bisa disembuhkan dengan obat penghilang rasa sakit. Dia mengunjungi beberapa dokter tetapi rasa sakitnya tetap ada.

Sepuluh hari kemudian, PRT tersebut mengalami sakit yang lain dan majikannya segera mengirimnya ke Rumah Sakit Umum Changi, kemudian ditemukan bahwa pembantunya berada dalam kondisi kritis – didiagnosis dengan pendarahan otak akibat tumor.

Dua operasi darurat dilakukan untuk mengalirkan darah berlebih dan cairan dari otak kiri dan kanan otaknya dalam jangka waktu delapan jam.

Kemudian pada tanggal 15 Juni, para dokter di Rumah Sakit Umum Singapura memindahkan tumor Liviani, tetapi ia tidak sepenuhnya keluar dari bahaya dan masih dalam unit perawatan intensif bedah.

Dana yang disiapkan perusahaannya dimaksudkan untuk menutupi biaya operasional dan biaya perawatan di Rumah Sakit Umum Changi dan Rumah Sakit Umum Singapura, yang jumlahnya mencapai S $ 40.000 (US $ 29.367) dan mungkin mencapai S $ 100.000 (US $ 73.444), menurut dokter. Itu juga akan dibayarkan untuk perawatan medis lanjutan ketika dia pulang ke Indonesia di masa depan.

Tan dan keluarganya melanjutkan upaya mereka untuk mencari sumbangan, dan dengan doa dan dukungan lain untuk ibu muda tersebut bisa kembali ke tanah air untuk keluarganya.

Majikan di Singapura Ini Galang Dana Demi Membantu TKW Asal Indonesia yang Kritis Karena Tumor Otak

Powered by Blogger.
close