============

SUARABMI.COM - Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) menghimbau para buruh migran asing dan pihak agensi yang merekrut pengasuh migran untuk tidak melakukan pelanggaran dengan melakukan pemungutan atau penagihan biaya tambahan kepada pekerja migran yang hendak mengganti majikan.

Kementerian Tenaga Kerja Taiwan menambahkan bahwa bagi agensi yang terbukti tidak mengindahkan peraturan ini dan melanggar akan menghadapi denda maksimal yakni sebesar 20 kali lipat dari jumlah dana yang ditagih kepada pekerja migran atau pengasuh migran.

Selain itu, pelanggaran akan kebijakan ini juga akan menyebabkan penangguhan sementara bisnis tenaga kerja yang dikelola oleh agensi tersebut selama tiga bulan atau lebih dan bahkan pelaku dapat diseret ke penjara melalui jalur hukum.

Pihak MOL Taiwan mendesak agar para korban yakni pekerja migran atau pengasuh migran yang mengalami kasus penganiayaan oleh agensi yang meminta pembayaran berlebihan diharap untuk melaporkan kasus tersebut ke kantor kementrian.

Bagi pekerja migran yang terbukti ditagih biaya perekrutan yang berlebihan atau dikenakan biaya penempatan dua kali, dihimbau untuk menelepon hotline pengaduan di nomor 1955.

Hotline pengaduan ini tersedia dalam beberapa bahasa pengantar seperti bahasa Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Inggris.
[ads-post]
Pada tahun 2016, Legislatif Yuan mengesahkan Undang-undang Amandemen Ketenagakerjaan, yang menghapus persyaratan bahwa para pekerja migran asing harus meninggalkan Taiwan untuk satu hari setelah tiga tahun bekerja, dan harus kemudian masuk kembali ke negara Formosa untuk melanjutkan pekerjaan di Taiwan.

Dalam amandemen itu juga melarang agen kepegawaian atau pihak agensi memungut biaya penempatan pekerja lebih lanjut untuk masuk kembali.

Pihak Kementerian Tenaga Kerja Taiwan mengingatkan pihak agensi agar tidak menaikkan biaya penempatan lain atau yang setara terhadap pekerja migran atau pengasuh migran saat mereka menemukan majikan baru atau memperbarui kontrak kerja mereka dengan majikan yang sama setelah berakhirnya kontrak kerja sebelumnya.

Hal ini diungkapkan oleh pihak Kementerian Tenaga Kerja Taiwan usai menanggapi aksi protes sejumlah buruh migran pada pekan lalu.

Dimana sejumlah pekerja migran yang berprofesi sebagai care taker melakukan aksi demo di depan kantor Kementerian Tenaga Kerja Taiwan di Taipei yang mendesak agar majikan memberikan mereka satu hari libur dalam seminggu.

Menanggapi aksi demo tersebut, pihak MOL Taiwan juga mengeluarkan pernyataan lain pada hari berikutnya dengan mengatakan bahwa biaya penempatan tidak boleh dibebankan dua kali kepada pekerja migran atau pengasuh migran apabila mereka hendak mengubah majikan atau memperbarui kontrak yang kadaluwarsa dengan majikan yang sama.

Namun, pihak Kementerian Tenaga Kerja Taiwan menemukan bukti bahwa beberapa pihak agensi pekerja migran dalam banyak kasus telah menerapkan biaya penempatan baru, yang sering dikaburkan oleh agensi dengan sebutan biaya lain.

Praktik ini tentu saja bersifat ilegal berdasarkan peraturan baru, karena hal ini dapat menambah beban keuangan para pekerja migran di negeri Formosa.

Majikan baru dapat menunjuk agensi tenaga kerja asing untuk mencari pekerja migran asing yang sesuai dengan kriteria mereka.

Akan tetapi biaya yang dibebankan kepada pekerja asing, seperti biaya pendaftaran dan biaya rujukan semuanya harus ditanggung oleh majikan, bukan oleh pekerja migran.

Kementerian Tenaga Kerja Taiwan menekankan bahwa pihak agensi dapat mengenakan biaya bagi pekerja asing atau pengasuh migran hanya jika ada layanan yang sebenarnya dilakukan oleh pihak agensi kepada pekerja migran, dan hal ini hanya berlaku setelah kontrak kerja yang baru telah selesai dan ditandatangani.

Adapun besaran biaya layanan yang dibebankan pihak agensi kepada pekerja migran asing tidak boleh melebihi NT $ 1,800 untuk tahun pertama, NT $ 1.700 untuk tahun kedua, dan NT $ 1.500 untuk tahun ketiga pekerja migran bekerja di Taiwan.

MOL Taiwan Himbau Agensi Untuk Tidak Melakukan Pemungutan Biaya Tambahan Kepada Pekerja Migran

loading...
Powered by Blogger.
close