============

KEDIRI, Akibat tidak naik kelas, AR (15) berasal dari Dusun Mangunrejo, Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, ingin mengakhiri hidupnya. Dia nekat memanjat tower BTS setinggi 44 meter. AR yang duduk di kelas VII dan seharusnya naik di lelas VIII. Tetapi hasil raportnya kurang bagus, mengharuskan dia tetap tinggal di kelas VII.

Menurut Yuni, pemilik kios kelontong di depan SMPN Plosoklaten 1, pagi harinya AR mengambil raport di sekolah. Setelah mengetahui tidak naik kelas, dia langsung depresi.

"Pagi harinya sudah hampir ditabrak truk ketika menyeberang jalan dari sekolah menuju ke toko ini. Saya tanya, dia menjawab sudah tidak kuat lagi karena tidak naik kelas. Saya bilangi supaya bersabar, tetapi anaknya langsung pergi," kata Yuni, Sabtu (9/6/2018).

Yuni melihat AR terpukul dengan hasil ujiannya. Dia nyaris menabrakkan dirinya ke mobil truk yang sedang melintas di depan sekolahnya. Beruntung, AR masih selamat. "Jangan seperti itu le," ucap Yuni menasehati.
[ads-post]
AR meninggalkan tas dan hasduk miliknya di kios milik Yuni. Setelah itu dia pergi ke arah barat. AR masih mengenakan seragam pramuka. Ternyata, dia memanjat tower BTS di tepi jalan Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

AR terus memanjat hingga setinggi kurang lebih 42 meter atau kurang 2 meter dari puncak. Beberapa orang warga yang mengetahuinya, berusaha untuk membujuk. Tetapi AR tidak menggubrisnya.

"Saat kami pasang matras di sebelah timur tower, dia justru berpindah ke selatan. Kemudian kami geser ke selatan dia pindah lagi. Sepertinya memang frustasi. Kemudian saya terus berusaha membujuknya," kata Dedy, Kepala Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Kades membujuk AR. Dia menjanjikan uang sebesar Rp 500 ribu, membebaskan biaya parkir sekolah dan menaikkan kelas. Hampir selama kurang lebih 1 jam AR tidak bergeming di puncak tower.

"Setelah saya bujuk terus, saya pastikan dia bakal naik kelas, saya beri uang Rp 500 ribu dan saya bebaskan biaya parkir. Akhirnya dia berusaha turun," ungkap Dedy. | Artikel Asli

Tak Naik Kelas, Siswa SMP Panjat Tower Setinggi 44 Meter, Begini Nasibnya Sekarang

loading...
Powered by Blogger.
close