loading...
============

SUARABMI.COM - Seorang pekerja rumah tangga yang dituduh melakukan pelecehan s*xual menggunakan s*x toy vibr*tor (mainan kel*min getar) terhadap anak yang diasuhnya berusia dua tahun kini menuntut perdata mantan majikannya itu sebesar HK $ 500.000. ( setara Rp 855.000.000,-)

PRT di Hong Kong berusia 38 tahun yang tak disebut nama dan asalnya itu dituduh melakukan pelecehan anak pada bulan November tahun lalu, tetapi Pengadilan Negeri Kwun Tong menolak untuk mengadili 'tersangka' karena kurangnya bukti.

Untuk mempermudah, sebut saja nama PRT Asing itu sebagai "Kerry". Saat disangka melakukan pelecehan s*xual terhadap anak asuhanya, Kerry dan majikanya langsung mengakhiri atau memutuskan kontrak kerja. Kerry baru satu tahun bekerja di keluarga itu.

Setelah Pengadilan Negeri Kwon Tong menolak mengadili sangkaan terhadap Kerry, Kerry mengajukan gugatan perdata sebesar HK $ 500.000.
[ads-post]
Merujuk warta lokal, mantan majikan Kerry mengklaim bahwa kedua pihak sebenarnya telah menandatangani perjanjian untuk mengakhiri kontrak tanpa notis satu bulan ataupun tanpa pembayaran pengganti notis, perjanjian itu dilakukan di hadapan saksi dari agensi tenaga kerja di Hong Kong. Gugatan Kerry ini oleh majikan dianggap sebagai upaya 'pemerasan'. Demikian dikutip dari media lokal.

Kompensasi HK$500.000 itu termasuk klaim gaji 12 bulan yang belum dijalani, (**kontrak kerja dua tahun-red) dan selebihnya kompensasi kerugian immaterial psikologis.

Peristiwa ini bermula saat mantan majikan itu menemukan bercak merah pada sekitar kemaluan anaknya, dan mencurigai sesuatu tindakan pelecehan telah dilakukan Kerry.

Ketika ditanya apa penyebabnya oleh sang ibu, gadis berusia dua tahun itu mengatakan bahwa telah disakiti oleh Kerry. Menurut mantan majikan itu, anak gadis kecilnya menuntun sang Ibu sambil menunjukkan 'sesuatu' di dalam laci tempat barang-barang milik Kerry. Ditemukan alat 'mainan kel*min getar' yang oleh si anak dikatakan sebagai alat 'menganiaya' anu-nya.

Awal Desember 2017, Pengadilan Negeri Kwun Tong menerima laporan dari saksi ahli medis, bahwa bercak merah pada sekitar kelamin korban adalah ruam bekas popok (diapers). Bukan sebagai bercak penganiayaan menggunakan 'Mainan Kel*min Getar" milik Kerry.

Bagaimana kelanjutan kasus Kerry ini, simak terus updatenya di suara BMI.

***KindoHK

Tak Terbukti Lecehkan Anak Dengan Mainan Ini, TKW Hongkong Tuntut Majikannya HK$ 500.000 Atau Senilai Rp. 855 Juta

Powered by Blogger.
close