============

SUARABMI.COM - Bayangkan, kamu harus bekerja di luar negeri jauh dari keluarga kepada seorang majikan yang awalnya pada kontrak kerja siap memberikan akomodasi yang sesuai dan manusiawi yang akan diberikan kepada kamu untuk menjaga privasi kamu.

Namun kenyataannya saat kamu tiba di rumah majikan, kamu tidak menemukan janji-janji dalam kontrak kerja itu dan kamu harus tidur dilantai dapur, digudang tanpa pintu atau bahkan dialmari pintu geser dan atau ditempat sempit dimana kamu untuk merenggangkan kaki saja tidak mampu.

Apakah lantas dengan kondisi begini kamu berpikiran untuk tinggal diluar sehingga kamu tidak menderita saat melepas lelah habis bekerja seharian?

Tapi maaf, hal itu mustahil. Karena kamu hanya  boleh tinggal dimana kontrak kerjamu dalam visa tertulis dan jika kamu memaksakan untuk tinggal diluar, maka kamu dianggap melakukan kejahatan dan hal itu bisa membuat kamu melanggar visa kamu.

Sebuah esai yang ditulis oleh Tam Wai Pang pada surat kabar Kung Kao Pao mendesak publik untuk memikirkan kembali aturan yang menyatakan TKW harus tinggal serumah dengan majikannya.

"Apa yang anda (majikan) tidak ingin diperlakukan seperti itu, jangan memaksakan pekerjamu untuk melakukannya" Tulis Tam.
[ads-post]
Pada bulan Februari lalu, pengadilan tinggi Hong Kong menolak judical review tentang permintaan pekerja migran untuk tidak serumah dengan majikannya.

Hakim Enderson Chow mengatakan bahwa pekerja bisa memilih untuk tidak bekerja di Hongkong jika tidak mau menaati aturan tinggal bersama majikan di Hongkong. Bahkan ia mengatakan bahwa para pekerja boleh mengakhiri kontrak kerja kapan saja jika mereka sudah tak mampu menaati peraturan.

Tapi Tam berpendapat banyaknya TKW yang mendpatkan akomodasi tidak sesuai karena dalam aturan yang mengatur hal itu tidak jelas, dimana hanya disebutkan, 'suitable accommodation with reasonable privacy' tanpa ada kriteria khusus bagaimana yang dimaksud 'layak dan masuk akal' itu.

Menurut survei yang dilakukan oleh Misi untuk pekerja migran pada bulan Mei tahun lalu, 40% dari 3000 responden  dari TKW Indonesia dan Filiphina mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai tempat tidur sendiri. Banyak dari mereka harus berbagai kamar dengan orang lain dan bahkan beberapa harus tidur diruang tamu atau dapur.

Sebagian dari mereka yang mempunyai kamar juga difungsikan sebagai tempat jemuran, gudang dan bahkan siapapun bisa keluar masuk sehingga privacy mereka tidak terjaga.

Hal demikian itu tentunya menurut Organisasi Labour Internasional termasuk kedalam kerja paksa dimana lingkungan ,akomodasi buruk, jam kerja yang panjang dan pecelehan s*ksual adalah instrumennya. Dengan demikian, banyak pekerja migran di Hong kong yang digolongkan sebagai 'kerja paksa' oleh ILO.

Tam kembali mendesak publik tentang aturan live-in tersebut, dimana jika aturan ini dicabut tidak serta merta semua pekerja akan pindah tempat tinggal diluar. Bagi yang merasa nyaman tentu akan lebih memilih tinggal bersma majikan begitu juga bagi yang minim uang.

“Pekerja rumah tangga dan majikan berhak mendapatkan kebebasan memilih,” Tutu Tam dalam sebuah esainya dalam perhatiannya kepada pekerja migran di Hongkong.

TKW Hongkong Seharusnya Layak Mendapat Kebebasan Memilih Antara Live In atau Tidak, Berikut Alasannya

loading...
Powered by Blogger.
close