loading...

SUARABMI.COM - Larangan jualan bagi BMI di Hongkong walaupun ancaman hukumannya berat yaitu 2 tahun penjara dan denda HK$ 50.000 rupanya tidak menyurutkan para pencari rejeki tambahan untuk bermain kucing-kucingan dengan petugas.

Walaupun tindakan itu melanggar hukum ketenagakerjaan karena menyalahi visa, besarnya keuntungan berjualan masakan Indonesia bagi sesama BMI rupanya sangat menggiurkan, bak pedagang kaki lima di Indonesia yang selalu dikejar-kejar satpol PP namun tetap saja diulangi.
[ads-post]
Setidaknya dari beberapa pengakuan pedagang ilegal dari kalangan BMI di Hongkong, setiap pekan bagi pedagang yang banyak jualannya bisa mengantongi keuntungan HK$ 8000 hingga HK$ 12.000. Dan dari pengakuan pedagang lain, berjualan di Couseway Bay bagi pedagang menengah sehari bisa mendapat untung bersih antara HK$ 1500 sampai HK$ 3000. Keuntungan yang besar inilah yang membuat mereka nekad jualan.

Seperti yang terjadi kemarin (7/8) di Couseway Bay dimana petugas kepolisian menyita tumpukan dan kardusan barang BMI yang akan dijual dikawasan tersebut dimana barang-barang sengaja di taruh dibawah jembatan.

Terlihat banyak masakan khas Indonesia yang disita seperti keripik, petai, jengkol, sayuran dan lainnya namun tidak ada pemiliknya saat barang-barang itu diambil oleh polisi.

Tumpukan Barang Jualan BMI Hongkong Kembali Disita Polisi di Causeway Bay, Ternyata Ini Yang Membuat BMI Nekad Jualan Walaupun Dilarang

Powered by Blogger.
close