============

SUARABMI.COM - Semakin canggih teknologi dan model pembayaran online yang digunakan jaman sekarang, malah menciptakan banyak modus penipuan pula. Penipuan berkedok menang undian dari bank atau dari perusahaan telekomunikasi seringkali mampir di pesan masuk kita. Salah satu modus penipuan yang marak adalah transfer pulsa dan pernah sempat viral dengan sebutan “Mama minta pulsa”. 

Biasanya, model penipuan bermodus “mama minta pulsa” akan cepat diketahui dan orang dengan mudah curiga, namun akan berbeda kasus jika modusnya adalah jual beli online,  pelaku memiliki kepintaran untuk merayu korbannya dengan sabar. Demi mendapatkan uang si korban, pelaku menggunakan akun palsu sosial media, agar terasa seperti sebenarnya. Dalih yang digunakan juga beragam, biasanya seperti ini, ingin membeli barang dan melakukan transfer di bank terdekat, dengan menggunakan bank Taiwan atau post-office. 

Salah satu toko online di Taiwan bernama “Toko Alson” hampir tertipu dengan modus pemalsuan kwitansi post-office bank. Modusnya dengan memalsukan kwitansi dan kemudian meminta kembali barang yang sesuai dengan kwitansinya tersebut. Target sasarannya produknya adalah smartphone, pelaku menggunakan dua akun yang berbeda dengan dalih ingin membeli handphone di toko online tersebut. Diperkirakan jumlah kerugian yang akan diterima jika toko tersebut meresponnya adalah: 192,240 NTD dan 417,790 NTD. 
[ads-post]
Kwitansi tersebut jika diamati secara lebih detail terdapat tanggal dengan cap biru di sebelah kanan bawah dan tanggal yang tertera di atasnya berbeda, kwitansi senilai 417,790 NTD bila dibaca kembali memiliki perbedaan tulisan di masing-masing kolom.

Pelaku menggunakan akun palsu untuk membeli barang di Toko Online Alson dengan mengirimkan bukti transfer berupa nota post-office palsu tersebut. Kemudian pelaku menjual barang tersebut kepada korban lain dengan harga lebih murah dan di kredit. 

Berikut bukti percakapan korban dan pelaku: 
Korban dengan inisial L merupakan saksi dari proses penipuan melalui pesan chat, L mengatakan bahwa akun “Enisueni” menghubungi L dan menawarkan hape kepadanya dengan dalih sedang butuh uang, sehingga handphone tersebut dijual dengan harga murah. 

Kemudian L melakukan kontak dengan pelaku dengan cara video call agar lebih yakin sebelum menerima tawaran tersebut. 

Pihak TOA mengatakan bahwa penipuan ini dilakukan dengan sangat rapi oleh pelaku, dan hal ini juga sangat memungkinkan terjadi pada pihak toko Indonesia ataupun TKI. Kami menyarankan agar teman-teman Indonesia yang di Taiwan lebih berhati-hati dalam bertransaksi dengan siapapun. Diharapkan agar WNI di Taiwan tidak langsung percaya dengan bukti transfer yang diberikan oleh orang lain, melainkan mengecek akun bank terlebih dahulu dan memastikan dana telah masuk.

Pihak toko Alson menjelaskan bahwa modus penipuan berkedok membeli barang tersebut dilakukan dengan sangat rapi, sehingga susah untuk melacak dan menemukan pelakunya. Modus penipuan tersebut bisa saja terjadi kepada toko online atau siapa saja yang mendapat sms mencurigakan. 

Mereka mengatakan agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi secara online dan, terutama bagi pekerja migran yang berada di Taiwan harus benar-benar melakukan verifikasi sebelum melakukan transaksi online.

Cara terbaik untuk melakukan verifikasi adalah melakukan konfirmasi akun bank terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi.  

Dugaan sementara pelaku berada di Kaohsiung, Taiwan Selatan. Bukti dan dugaan penipuan sudah dilaporkan kepada pihak berwajib, dan diharapkan akan membuahkan hasil, agar supaya tidak kembali memakan korban yang kebanyakan merupakan pekerja migran Indonesia.  ***nihaoindonesia

Hati-Hati!! Banyak Modus Penipuan Lewat Akun Palsu di Taiwan

loading...
Powered by Blogger.
close