SUARABMI.COM - Cukup lama kasus ini menyita perhatian aparat penegak hukum di Hong Kong. Ulah sekelompok paperan di Yuen Long terbongkar hampir dua tahun setelah kejahatan yang mereka lakukan berlangsung. Perampokan dan penganiayaan.

Adalah Nurhayati (30), mantan pekerja migran Indonesia yang memutuskan untuk menjadi manusia paperan kemudian bergabung dengan komunitas paperan di Yuen Long lainnya yang berasal dari berbagai latar negara.

Entah bagaimana prosesnya, serta apa motivasinya, Nurhayati diusianya yang terbilang masih muda telah menanggalkan kewarganegaraannya “Indonesia”. Berpacaran dengan seorang pria Nepal bernama Gauchan Sagar (29), Nurhayati terlibat dalam berbagai aksi kejahatan.

Terungkap di pengadilan tinggi Hong Kong (03/07/2018), Nurhayati bersama seorang paperan lainnya mengaku bersalah atas kejahatan perampokan di sebuah rumah di kawasan Temple Street tahun 2015 silam. Dalam aksinya kala itu, Nurhayati dan gerombolannya berhasil merampok perhiasan yang kemudian dijualnya dengan nilai HKD 18 ribu milik seorang PMI bernama Lisnawati
[ads-post]
Tak berhenti disitu, pada Februari tahun lalu, Nurhayati melakukan aksi penipuan pada sebuah lembaga peminjaman dengan nilai sebesar HKD 12 ribu. Pada Maret sebulan berselang, Nurhayati berhasil ditemukan aparat kepolisian saat digelar sebuah operasi penertiban keamanan, dan kemudian memproses dan menghadapkannya ke pengadilan.

Didepan pengadilan, baik Nurhayati, maupun pacarnya paperan asal Nepal, mengakui segala tuduhannya. Terungkap, Nurhayati dan Pasangannya pria Nepal melumpuhkan Lisnawati dengan cara menyemprotkan cairan pembius pada selembar handuk basah, kemudian membekap Lisnawati hingga hilang kesadaran. Saat itulah, keduanya menguras harta Lisnawati yang ada di tempat tersebut.

Diakhir persidangan, Hakim memutuskan mereka untuk menghukum penjara selama 6 tahun kurungan.

Tak berhenti disitu, pada Februari tahun lalu, Nurhayati melakukan aksi penipuan pada sebuah lembaga peminjaman dengan nilai sebesar HKD 12 ribu. Pada Maret sebulan berselang, Nurhayati berhasil ditemukan aparat kepolisian saat digelar sebuah operasi penertiban keamanan, dan kemudian memproses dan menghadapkannya ke pengadilan.

Didepan pengadilan, baik Nurhayati, maupun pacarnya paperan asal Nepal, mengakui segala tuduhannya. Terungkap, Nurhayati dan Pasangannya pria Nepal melumpuhkan Lisnawati dengan cara menyemprotkan cairan pembius pada selembar handuk basah, kemudian membekap Lisnawati hingga hilang kesadaran. Saat itulah, keduanya menguras harta Lisnawati yang ada di tempat tersebut.

Diakhir persidangan, Hakim memutuskan mereka untuk menghukum penjara selama 6 tahun kurungan.

TKW Hongkong Ini Akhirnya Di Penjara 6 Tahun Karena Aksi Perampokan yang Dilakukannya

loading...
Powered by Blogger.
close