SUARABMI.COM - Badan Imigrasi Nasional (NIA) Taiwan kembali mengeluarkan kebijakan baru yang telah dirilis pada Senin malam (02/07/2018) yang berkaitan dengan izin tinggal warga migran di Taiwan.

Pihak NIA Taiwan menegaskan bahwa bagi wanita imigran baru yang memiliki anak yang lahir di Taiwan tetapi telah bercerai dengan suaminya maka dapat mengajukan permohonan untuk tinggal di negeri Formosa.

Pihak NIA Taiwan juga menambahkan bahwa bahkan apabila sang ibu tidak diberikan hak asuh anak, untuk menjaga anaknya yang masih berada di bawah umur, ia tetap dapat mengajukan izin tinggal tersebut.

Setelah adanya insiden pemisahan imigran gelap dari anak-anak mereka oleh administrasi Pemerintah Amerika Serikat yang dipimpin oleh Trump, pihak NIA Taiwan pada hari Senin kembali menegaskan bahwa amandemen yang dibuat untuk Pasal 31 UU mengenai Imigrasi pada tahun 2007 bertujuan untuk lebih melindungi hak dan kepentingan pasangan asing setelah perceraian.

Dimana kebijakan ini juga mengatur hak asuh anak-anak setelah perceraian dan perceraian pasangan dengan anak di bawah umur yang terjadi karena adanya konflik atau kekerasan di dalam rumah tangga.
[ads-post]
Dalam proses perceraian yang terjadi sebelumnya di Taiwan, pada mayoritas kasus perceraian yang disahkan hukum sang ayah akan diberikan hak pengasuhan penuh akan anak oleh pengadilan setelah bercerai.

Hal ini dikarenakan pria dianggap lebih mapan secara finansial untuk menyediakan berbagai kebutuhan hidup bagi anak mereka setelah bercerai.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, dalam semangat Konvensi Hak-hak Anak, serta sejauh mana perawatan anak-anak ditangani oleh ibu mereka, maka dalam sebagian besar kasus baru-baru ini menyatakan bahwa hak asuh anak semakin banyak diberikan kepada ibu-ibu imigran baru.

Dalam kasus para ibu imigran baru yang bercerai dan tidak menerima hak asuh anak-anak mereka, mereka sering dihadapkan pada kemungkinan untuk dipaksa meninggalkan Taiwan.

Sebelum deportasi dipertimbangkan, NIA pertama-tama akan mengadakan pertemuan peninjauan untuk memeriksa fakta-fakta tentang anak yang dilahirkan dan dibesarkan oleh para warga imigran.

Hal ini bertujuan untuk melindungi hak para ibu agar mendapatkan jatah kunjungan untuk bertemu dengan anak-anak mereka.

Penilaian ini akan didasarkan pada sub paragraf 4 dari Pasal 31 UU Imigrasi, yang merupakan salah satu keadaan di mana warga imigran dapat diizinkan untuk tinggal secara permanen atau terus-menerus di Taiwan.

"Apakah menderita kekerasan keluarga dan diceraikan setelah keputusan pengadilan. Penduduk migran juga memiliki hak atas anak-anaknya dengan tempat tinggal permanen terdaftar di Wilayah Taiwan. Meskipun mereka telah dinyatakan resmi bercerai oleh pengadilan setempat."

Jika pasangan asing telah kembali ke negara mereka setelah perceraian, NIA mengatakan bahwa jika mereka sebelumnya secara sah tinggal di Taiwan dan sebenarnya telah merawat anak-anak mereka atau telah berhubungan secara teratur dengan mereka, mereka dapat mengajukan permohonan untuk visa kunjungan dengan Departemen Luar Negeri Taiwan.

Setelah sang ibu atau pun ayah yang telah bercerai dengan pasangannya tersebut tiba di Taiwan, maka mereka dapat mengajukan permohonan kepada pihak NIA Taiwan untuk mendapatkan izin tinggal dan juga Alien Resident Certificate (ARC).

Bagi anda yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kebijakan ini, anda dapat mengunjungi situs web NIA: https://www.immigration.gov.tw/mp.asp?mp=2

Atau anda juga dapat menghubungi hotline NIA di nomor 0800-024-111.

Layanan hotline ini menyediakan layanan bahasa Vietnam, Indonesia, Thailand, dan Kamboja yang dari jam 9 pagi hingga 5 sore setiap hari Senin hingga Jumat.

Sementara layanan hotline yang berbasis bahasa Cina, Jepang, dan Inggris tersedia 24 jam sehari dan dapat diakses selama tujuh hari seminggu. 

Nah menjadi warga Taiwan keuntungannya besar seperti berpengaruh pada gaji, tunjangan dan lainnya loh. Kamu mau???

Walau Telah Bercerai, TKW Tetap Dapat Mengajukan Izin Tinggal Di Taiwan Melalui Cara Ini, Keuntungan Menjadi Warga taiwan Gede Loh...!

loading...
Powered by Blogger.