loading...
============

SUARABMI.COMDi kabupaten Xizhou, Changhua, Taiwan bagian selatan dikabarkan terdapat 1 kasus penyakit ensefalitis Jepang yang menyerang seorang pekerja migran asal Indonesia.

Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berjenis kelamin pria berusia 31 tahun ini dikonfirmasi positif menderita penyakit radang otak akut akibat gigitan nyamuk atau yang lazim disebut ensefalitis Jepang.

Dalam investigasi kasus ini Departemen Kesehatan Changhua juga menemukan bukti adanya 2 peternakan babi lokal yang menjadi tempat perkembangbiakkan nyamuk yang diduga menjadi penyebab berjangkitnya hama penyakit ini di daerah tersebut.

Menanggapi hal ini, dinas kesehatan setempat segera meminta pihak peternakan untuk memasang perangkap nyamuk dan juga mendanai vaksinasi publik bagi 7 desa di dekat peternakan babi tersebut bagi warga masyarakat yang berumur lebih dari 50 tahun.

Sejak tanggal 6 Juli lalu, Departemen Kesehatan Changhua dikabarkan terus memperluas upaya vaksinasi dan memantau perkembangan wabah penyakit ensefalitis Jepang di kawasan tersebut.

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan vaksinasi terhadap lebih dari 400 orang. Biro kesehatan Changhua mengatakan kasus yang dikonfirmasi untuk pekerja migran Indonesia yang terkena penyakit ensefalitis Jepang ini memiliki gejala awal demam, batuk, terus berkeringat di malam hari hingga ia tak sadarkan diri.
[ads-post]
TKI tersebut dikabarkan tidak memiliki riwayat penyakit kronis dan tidak juga melakukan perjalanan ke luar Taiwan baru-baru ini. Pria tersebut dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis dimana ia dikonfirmasi positif mengidap penyakit ensefalitis Jepang.

Biro Kesehatan mencatat bahwa terdapat tiga-spot pada 2 peternakan babi lokal milik warga yang menjadi rumah nyamuk ensefalitis Jepang. Adapun daerah yang diduga menjadi tempat perkembanganbiakkan nyamuk ensefalitis Jepang yakni di daerah Xizhou, desa Cuocun, dan kabupaten Pitou.

Selain memberikan vaksinasi gratis kepada warga berusia lanjut, pihak biro kesehatan Changhua juga terus melakukan penyuluhan ke sejumlah desa dan kabupaten untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat setempat mengenai gejala dan bahaya yang timbul dari penyakit ensefalitis Jepang yang dapat menyebabkan kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Changhua, Wang Xiaoqi menekankan bahwa langkah vaksinasi ini dinilai efektif untuk menekan jumlah penyebaran wabah penyakit ensefalitis Jepang. Oleh sebab itu Wang menghimbau agar seluruh warga masyarakat diminta untuk mendaftarkan dirinya dalam program vaksinasi gratis tersebut, terlebih bagi anak-anak dan lansia.

iro Kesehatan menunjukkan bahwa kasus ensefalitis Jepang mulai mewabah dari bulan Mei hingga bulan Oktober.

Dimana masa puncak wabah penyakit ini dikabarkan memuncak pada bulan Juni-Juli. Hal ini juga ditandai dengan mewabahnya perkembangbiakan nyamuk di sawah, saluran irigasi, kolam, dan daerah pemukiman warga.

Bagi warga yang mengalami gejala awal penyakit ini seperti demam tinggi, batuk berkepanjangan, sakit kepala yang tak kunjung henti yang disertai dengan nyeri sendi dihimbau untuk segera mendatangi rumah sakit setempat untuk mencari pertolongan medis. 

Waspadalah....! Seorang TKI di Changhwa Taiwan Derita Radang Otak Akut Karena Gigitan Nyamuk Jepang, Ditempat Seperti Ini Nyamuk Itu Berkembangbiak

Powered by Blogger.
close