loading...
============

SUARABMI.COM - Siapa menyangka, Rindi ‘Spiderman’ Sufriyanto (27), atlet peraih medali emas di Asian Games 2018 sempat mereguk pahitnya kehidupan. Di masa kecilnya ia harus hidup mandiri karena ditinggal kerja ayah dan ibunya sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Kakak kandung Rindi, Rina Hasnita (33), warga Jl. KH Hasan Genggong Gang Kiai Djawis Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo menceritakan, pahit getir kehidupan keluarganya. Rindi kecil terpaksa harus berpisah dengan ibu dan ayahnya karena alasan keterbatasan ekonomi.

"Saat Rindi masih kelas V SD, ibu berangkat  ke Malaysia sebagai TKW," ujarnya.  Tidak tanggung-tanggung, sang ibu, Djuartin menjadi TKW sekitar 14 tahun di Malaysia. Sementara sang ayah, Agus Hari Supomo menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) selama sekitar tujuh tahun di Negeri Jiran itu.

Sehingga tiga anak pasangan Hari Supomo-Djuartin harus hidup mandiri sejak kecil. Kemandirian itu pula yang menempa Rindi untu kuat.

Bakat Rindi, kata Rina, sudah terlihat sejak usia dua tahun. "Saat kecil, adik suka memanjat pohon, naik tangga," ujarnya.
[ads-post]
Rindi yang lahir di Jember, 15 Mei 1991 silam, semakin menekuni aktivitas yang berbau petualangan. Saat di SMKN 2 Kota Probolinggo, ia bergabung dengan kawan-kawannya sesama pecinta alam yang suka mendaki gunung hingga  blusukan ke hutan-hutan.

Belakangan Rindi lebih fokus menekuni panjat tebing. "Panjat tebing lebih memacu adrenalin," ujarnya suatu ketika saat berlatih panjat tebing di GOR Ahmad Yani, Kota Probolinggo.

Prestasi Rindi mulai terlihat sejak 2008 saat ikut Kejurda Jatim di Surabaya. Pengalaman pertama ikut lomba itu ia nilai sangat mengesankan karena bisa meraih medali emas di Kejurda itu.

Rindi semakin terpacu, prestasi demi prestasi pun ia raih di berbagai level. Termasuk pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2016, Rindi meraih 1 emas dan 2 perak di kategori lead dan speed.

Dan pada 2012, di kancah internasional, Rindi meraih 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu dalam Asia Championship di China. Medali emas ia raih di kategori perorangan speed world record. Medali perak ia raih di kategori overall. Sedangkan medali perunggu, ia raih di kategori relay.

Senin, 27 Agustus 2018, lagi-lagi "Spiderman Probolinggo" itu menorehkan prestasi meraih emas di ajang Asian Games 2018.

Seperti diketahui, Rindi berjuang bersama timnya pada Asian Games 2018 di cabor panjat tebing estafet nomor Men's Speed  Relay. Tim Indonesia 2 yang diwakili oleh Muhammad Hinayah, Rindi Supriyanto, dan Abu Dzar Yulianto, mampu mencatatkan waktu tercepat 18,68 detik.

kumparan

Lagi...! Meskipun Ditinggal Ayah dan Ibunya Menjadi TKI dari Kecil, Rindi Tetap Berjuang Keras Hingga Menjadi Atlit Peraih Emas di Asean Game

Powered by Blogger.
close