loading...

SUARABMI.COM - Penghargaan Karya Sastra Taiwan ke-5 untuk Kompetisi Karya Tulis Buruh Migran Di Negeri Formosa telah diumumkan pada hari Sabtu (04/08/2018).

Dalam ajang ini ada sebanyak delapan pekerja migran dari Filipina, Indonesia dan Vietnam yang memenangkan kompetisi tersebut dalam karya seni yang mereka ikut sertakan dalam pagelaran ini.

Karya tulis buruh migran asing di Taiwan ini ada yang menggambarkan kerinduan untuk keluarga, kisah migrasi dan bagaimana mereka mengamati budaya masyarakat tuan rumah mereka.

Delapan karya seni yang menjadi pemenang dipilih dari total sebanyak 553 karya seni yang didaftarkan dalam kompetisi ini. Dimana sebanyak 230 di antaranya merupakan karya seni yang ditulis dalam bahasa Tagalog.

Sementara sekitar 165 lainnya dalam Bahasa Indonesia, 92 dalam bahasa Vietnam dan 66 dalam bahasa Thailand, kata Chang Cheng, pemilik toko buku Asia Tenggara Brilliant Time.

Chang, yang merupakan pendiri ajang penghargaan karya senin buruh migran yang berawal pada tahun 2014 silam mengatakan bahwa kompetisi pada tahun ini telah menerima jumlah pengiriman terbanyak karena kelayakan masuk bagi karya seni yang dikirimkan peserta semakin diperluas.

Dimana pada tahun ini pihak panitia kompetisi juga mencakup imigran dan pekerja migran dari Hong Kong, Makau, Singapura dan Malaysia.
[ads-post]
Laso Abdi, seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, memenangkan hadiah utama untuk ceritanya yang bertajuk Tentang Cinta.

Karya seni ini menceritakan cinta yang ia berikan kepada anak majikannya yang ia jaga dan rasa cinta yang mendalam untuk anak-anaknya sendiri di rumah yang ia tinggalkan selama merantau ke Taiwan, kata Lan Pei-chia, salah satu dari lima orang juri yang menilai karya seni peserta.

Ceritanya menggali pemindahan cinta dari anak-anak penulis kepada anak-anak yang ia rawat dan perjuangannya ditangkap di antara dua cinta yang begitu sarat makna, kata Lan, seorang profesor sosiologi di National Taiwan University yang studinya berfokus pada migrasi.

Sebuah panel junior tambahan yang terdiri dari tiga remaja berusia antara 15 hingga 20 tahun juga memilih Karya Seni Tentang Cinta sebagai salah satu dari tiga pemenang Teen Choice Award.

Penghargaan akan diberikan kepada Laso Abdi dan tujuh pemenang lainnya, termasuk tiga orang pekerja migran asal Filipina, dua orang TKI lainnya, dan dua orang pekerja migran asal Vietnam, pada sebuah upacara penghargaan yang dijadwalkan pada tanggal 30 September mendatang di Taipei.

Karya seni kiriman pemenang akan dipublikasikan dalam koleksi yang akan dipublikasikan pada bulan November mendatang.

Para pemenang dipilih berdasarkan dua tinjauan panel yakni sebuah panel Asia Tenggara yang fasih dalam empat bahasa unggulan dan panel Taiwan yang membaca terjemahan daftar cerita pendek dari 40 kandidat yang dipilih oleh panel pertama, kata Chang.

Hou Chi-jan, seorang sutradara Taiwan dan sekaligus anggota juri dalam kompetisi ini mengatakan bahwa masing-masing dari 40 potongan tulisan telah memungkinkan dia untuk melihat dunia melalui lensa yang berbeda.

Kadang-kadang ketika dia mengangkat kepalanya untuk melihat-lihat sambil membaca tulisan ketika dia bepergian di sekitar Taipei dengan bus atau MRT, Hou mengatakan dia akan bertanya-tanya: "Bukankah kita hidup di kota yang sama? Sangat penting bahwa kita belajar untuk melihat hal-hal yang berbeda dari perspektif orang lain, "katanya.

Uang tunai sejumlah NT $ 320.000 secara total akan diberikan untuk pemenang kompetisi ini yang juga disertai dengan piagam penghargaan yang diberikan oleh beberapa sponsor, termasuk Pegatron Electronics Co. dan Kementerian Kebudayaan, menurut keterangan pihak penyelenggara yang dihimpun oleh media Taiwannews.

Sumber : Taiwannews, CNANews, Indogo & Focus Taiwan

Membanggakan...! TKI Ini Menangkan Kompetisi Buruh Migran Taiwan Dengan Karya Tulisnya Dari 553 Pesaing, Total Hadiah Seluruhnya NT $ 320.000

Powered by Blogger.
close