loading...
============

SUARABMI.COM - Agustus, Ratusan orang Indonesia merayakan peringatan ke-73 kemerdekaan negara mereka, Minggu di Taipei, diikuti oleh penduduk setempat yang tertarik beberapa layanan yang mereka sediakan untuk pekerja migran.

Perwakilan Indonesia untuk Taiwan Robert James Bintaryo mengatakan dia senang melihat keterlibatan masyarakat Taiwan dalam acara tersebut, yang merayakan kemerdekaan Indonesia dari pemerintahan Belanda pada 17 Agustus 1945.

Perayaan dimulai dengan pawai penuh warna dari Taipei Main Station ke National Museum of Sejarah Taiwan, di mana TKI Indonesia mengangkat bendera merah-putih negara mereka dan menyanyikan lagu kebangsaan mereka.

Sepanjang hari, ada pertunjukan musik dan tarian tradisional Indonesia, seni, kerajinan dan makanan dari negara dipajang di kios-kios di sekitar alun-alun.

Selain itu, ada beberapa pertunjukan oleh sejumlah kelompok Taiwan yang telah menyediakan layanan sukarela bagi pekerja migran dari Asia Tenggara.
[ads-post]
Dari kelompok-kelompok lokal 'Rumahku' yang didirikan oleh mahasiswa kedokteran dari Pusat Medis Pertahanan Nasional, berusaha untuk membantu "membuat Taiwan menjadi tempat yang lebih baik bagi pekerja migran untuk tinggal dan bekerja" 

Itu termasuk pekerjaan mereka di sektor kesehatan, kata Jason Liu (劉傑生), seorang anggota Rumahku.

Misi Rumahku adalah untuk mengadvokasi lingkungan yang lebih ramah-migran di Taiwan, khususnya di bidang kesehatan, kata Liu kepada CNA.

Dia mengatakan banyak pekerja migran menghabiskan banyak waktu di rumah sakit merawat pasien "tetapi kebutuhan pengasuh migran cenderung diabaikan." Sebagai contoh, kata Liu, kebanyakan rumah sakit di Taiwan tidak memiliki ruang ibadah, juga tidak menawarkan dukungan bahasa asing.

Dia mengatakan pengasuh migran juga harus memiliki kondisi kerja yang lebih baik, termasuk hari libur mingguan reguler.

Eka, pengasuh yang telah menjadi anggota Rumahku Indonesia, mengatakan dukungan bahasa akan sangat membantu para pendatang baru di bidang itu.

"Kami telah belajar bahasa Mandarin dasar sebelum kami datang," katanya. "Tetapi dalam kasus saya, saya masih harus bergantung pada bantuan teman-teman perawat Indonesia yang bekerja di sini lebih lama daripada saya untuk berkomunikasi dengan perawat dengan lebih baik."

Sementara itu, Chang Cheng (張 正), pemilik toko buku yang membantu mengatur perayaan, mengatakan tenaga kerja migran di Taiwan telah membantu mempertahankan masyarakat, sementara budaya mereka telah memperkaya kehidupan masyarakat setempat.

Penduduk Taiwan Antusias Mengikuti Perayaan Kemerdekaan di Taipei

Powered by Blogger.
close