loading...
============

SUARABMI.COM - Tergiur dengan janji Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Australia, Sutrisno (37) warga desa Sambijajar Kecamatan Sumbergempol menyetor sejumlah uang pada orang yang di temuinya di kantor Imigrasi.

Hal itu terjadi pada bulan April 2018 lalu, namun Sutris belum mencium dugaan penipuan yang akan dilakukan Titik Rusmawati (50) warga desa Ngubalan Kecamatan Kalidawir Tulungagung.

"Pelapor bertemu terlapor di kantor imigrasi Blitar, pada saat mengurus paspor, Titik menawari Sitris untuk bekerja di Australia dengan biaya Rp 30.000.000,- (Tiga Puluh juta rupiah) Oleh karena tergiur pelapor langsung memberi biaya awal untuk paspor Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah) kepada terlapor," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas Iptu Sumaji

Tak berhenti sampai disitu, Sutris juga memberikan uang Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) untuk uang pendaftaran. "Uang ini diserahkan di rumah pelapor," tambah Sumaji.

Dalam kesepakatan tersebut kedua belah pihak berjanji sisa pembayaran dibayarkan beberapa hari ke depan.
[ads-post]
"Namun pada suatu hari pelapor mendengar dari seseorang bahwa Titik banyak permasalahan terkait TKI," jelas Sumaji.

Merasa curiga pelapor menanyakan tentang PT apa yang mau diikuti untuk proses pemberangkatan ke Australia itu.

"Namun Terlapor tidak mau memberitahu dan saat ditanya alamat yang dituju juga tidak jelas," papar Sumaji.

Akhirnya pelapor membatalkan pemberangkatannya karena alasan yang semakin tidak jelas tersebut, terlapor juga menyanggupi mengembalikan uang yang sudah masuk dipotong pembuatan paspor Rp 2.000.000,-. (Dua Juta rupiah). "Jadi yang ditanggung terlapor lima juta rupiah itu," terang Sumaji.

Rupanya kesanggupan yang diberikan Titik dianggap oleh Sutris hanya janji saja, sehingga Sutris mencoba untuk kembali menanyakan uang lima juta itu ke rumah Titik di Ngubalan Kalidawir.

"Pada saat datang dirumah terlapor, ada dua orang korban dengan modus yang sama," kata Sumaji.

Dari keterangan Sutris, orang yang kebetulan ketemu di rumah Titik tersebut bernama Slamet Saputro dan Faizin.

Seakan menjadi tambahan bukti untuk menguatkan dugaanya, Sutris kemudian dilaporkan ke Polres Tulungagung.

Dalam laporannya, Sutris mengaku dirugikan sebesar Rp 5.000.000 (lima juta rupiah)."Laporan kita terima dan masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

jatimtimes

Tergiur Berangkat ke Australia sebagai TKI, Warga Tulungagung Mengaku Ditipu "Tekong Ngubalan"

Powered by Blogger.
close