loading...
============

SUARABMI.COM - Namanya Siti Maesaroh, ia baru bekerja 5 bulan dimajikannya namun ia justru menjadi salah satu saksi kunci di persidangan Khaw Kim-sun, seorang profesor di Chinesse University Hongkong kemarin (23/8).

Dikutip dari Oriental Daily, Maesaroh merupakan salah satu saksi kunci kematian majikan perempuannya bersama putrinya.

Keduanya tewas diduga karena keracunan gas karbon monoksida yang tersimpan dalam mini cooper setelah bola yang berisi gas tersebut diduga bocor pada Mei 2015 silam.

Sebelum kejadian, Siti Maesaroh telah bekerja pada keluarga Khaw selama sekitar lima bulan. Dalam kesaksiannya, Maesaroh mengatakan kepada pengadilan bahwa, terdakwa ayah empat anak yang mengajar di Departemen Anestesi dan Perawatan Intensif universitas itu, tidak pernah berbagi tempat tidur (pisah ranjang) dengan istrinya. 

Dia juga mengatakan bahwa dia tidak menyaksikan salah satunya, istri bermarga Wong (47) maupun putrinya berusia 16 tahun membawa bola yoga ke dalam mobil mereka pada hari kematiannya.

Pada hari kejadian, istri Khaw mengemudi mobil untuk menjemput anak-anaknya yang lain, bersama putrinya yang meninggal karena tidak sekolah. Maesaroh juga mengatakan Khaw memiliki hubungan yang baik dengan keempat anaknya, tetapi dia tidak bisa menilai hubungan terdakwa dengan istrinya.
[ads-post]
Polisi penyidik menemukan bola yoga kempes, yang tutupnya tidak terpasang dengan aman, di bagasi mobil. Pemeriksaan post-mortem menyimpulkan bahwa kedua almarhum telah meninggal karena keracunan karbon monoksida.

Sebelumnya, selama interogasi Khaw mengaku kepada polisi bahwa dia telah mengisi bola yoga dengan karbon monoksida di laboratorium universitas dua hari sebelum insiden itu untuk “membunuh tikus di laboratorium”.

Namun jaksa menunjukkan selama persidangan bahwa, siapa pun, apalagi ahli anestesiologi, yang menempatkan bola kebugaran penuh gas mematikan di dalam ruang tertutup ‘akan berniat membunuh’.

Dikutip dari halaman Asia Times, Khaw berselingkuh dengan asisten peneliti universitas, 20 tahun lebih muda dan berusaha menceraikan istrinya, menurut Sing Tao Daily.

Laporan menunjukkan diskusi perceraian kandas karena kegagalan untuk mencapai kesepakatan tentang hak asuh anak dan pembagian aset mereka. Termasuk HK$ 6 juta dalam deposito bank, sebuah villa tiga lantai di distrik Sai Kung dan properti lainnya.

Istri Khaw dilaporkan menderita depresi dan penyakit mental lainnya yang mungkin berkaitan dengan urusan perselingkuhan suaminya.

Dalam laporan di pengadilan juga mengungkapkan, bahwa setelah kematian istri dan putrinya, Khaw dan pacarnya berulang kali perrgi ke luar Hong Kong, bahkan ketika polisi masih mengumpulkan bukti untuk mengadilinya. | suara

TKW Indonesia Ini Menjadi Saksi Kunci Persidangan Kematian Majikannya, Begini Kesaksiannya

Powered by Blogger.
close