loading...

SUARABMI.COM - Data yang terhimpun di Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro menyebut dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2018 ini, tercatat ada 121 perkara perceraian yang dilakukan oleh TKW.

"Masalah penyebab cerai kebanyakan saling selingkuh," kata Kepala Panitera PA Bojonegoro, Sholikin Jamik kepada blokBojonegoro.com, Senin (17/9/2018).

Ditanya terkait kehidupan jauh antara suami dan istri apa berpotensi menimbulkan perpisahan? Lulusan Universitas Muhammadiyah Surabaya ini menjawab, amat sangat berpotensi besar.
[ads-post]
"Uang bisa dicari. Tapi kebutuhan batin tidak bisa dicari. Tapi harus dipenuhi," ujarnya menandaskan.

Lebih lanjut, kata Jamik, rata-rata cerai yang dilakukan TKW adalah gugat, dan mereka sering memakai advokat/pengacara dalam penyelesaian masalah rumah tangga.

"Hanya datang saat mediasi, sesuai hukum acara. Setelah itu diwakili advokat masing-masing," bebernya. | Blogbojonegoro

Ha...! Banyak TKW Bojonegoro Cerai Karena Selingkuh di Tahun 2018 ini

Powered by Blogger.
close