loading...
============

SUARABMI.COM - Banyaknya warga Tulungagung yang merantau sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berpengaruh terhadap tingginya angka perceraian di kota marmer ini. 

Betapa tidak, dalam sebulan setidaknya rata-rata ada 225 perkara gugatan perceraian. Hal itu mendapat perhatian dari Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur.

Menurut Kabid Advokasi Penggerakan dan Infromasi BKKBN Jatim, Ernawati, perceraian banyak menciptakan keluarga yang tidak berkualitas. 

“Tulungagung ini sebenarnya dari sisi KB (keluarga berencana) sudah bagus. Hanya saja angka perceraiannya juga sangat tinggi,” ujar Erna, Kamis (6/9) saat Sosialisasi Pengembangan Kampung KB, di Desa Karangsono, Kecamatan Ngunut.

Tingginya perceraian juga berdampak pada pola asuh anak yang kurang berkualiatas. Selain itu dampak dari adanya tenaga kerja migran, banyak anak yang diasuh pihak lain yang tidak berkompeten. 
[ads-post]
“Makanya kami ada program Bina Keluarga Balita. Harapannya para pengasuh ikut program ini, sehingga tahu setiap tahap tumbuh kembang anak,” tambah Erna. 

Sebagaimana kita tahu, Tulungagung adalah salah satu daerah pemasok TKI terbesar di Jawa Timur. Menurut data sampai akhir Februari 2018 saja sudah ada lebih dari 6000 warganya menjadi TKI.

"Ada kenaikan 30 persen jumlah TKI asal Tulunggaung. Tenaga kerja migran asal Tulungagung saat ini sejumlah 6.000 TKI. Sedang tahun sebelumnya berjumlah 4.000-an TKI" Kata Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE MSi.

Sementara menurut data penempatan, hampir 70% tenaga kerja asal Tulungagung bekerja di Taiwan baik sebagai asisten rumah tangga, pengasuh balita/anak (baby sitter), pengasuh orang jompo hingga pekerja pabrikan.

"Dulu favoritnya ke Malaysia, namun sekarang trennya bergeser ke Taiwan," kata Kepala Bidang Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja dan Pelatihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung Trining CH Rahayu.

Sementara dari data yang ada menunjukkan jumlah TKW sangat mendominasi dari jumlah TKI asal Tulungagung. Jadi tidak heran jika hampir 100% kasus perceraian adalah gugat cerai dari pihak wanita yang menjadi TKI. | NET

Kasus Perceraian di Tulungagung Didominasi Oleh Para TKW, Setiap Bulan Ada 225 TKW Ajukan Gugatan Melalui Pengacara, 70%nya Bekerja di Taiwan

Powered by Blogger.
close