loading...
============

SUARABMI.COM - Pang Yuk-ching (80th), yang rekaman gambarnya pernah viral beberapa bulan lalu karena telah menampar dan mengancam akan membunuh Tri Wahyuni (35th), pekerja rumah tangga (PRT) Migran asal Indonesia dinyatakan bebas dengan jaminan oleh Pengadilan Kowloon City Magistrates, Senin (3/9/2018).

Menurut yang dilansir The Standard, pada persidangan kemarin, Hakim memutuskan Pang bebas dengan jaminan sebesar HK$3.000 dengan syarat harus berkelakuan baik selama dua tahun. Putusan tersebut dijatuhkan atas dua dakwaan yakni tersangka telah melakukan penganiayaan dan tindakan intimidasi terhadap korban.

Menurut keterangan yang dibacakan di Pengadilan Kowloon City Magistrates, PRT Migran Tri Wahyuni dipekerjakan oleh putra terdakwa Pang Yuk-ching sejak bulan Maret 2017.

Tercatat kejadian pemukulan pertama terjadi pada Januari 2018. Pang memasuki kamar tidur Wahyuni ​​untuk memarahinya karena dianggap “boros listrik” saat menyalakan mesin penghangat di musim dingin. Kemudian keduanya bertengkar dan Pang  menampar Wahyuni ​​sebelum meninggalkan ruangan. Meski ditampar, Wahyuni ​​tidak berani melaporkannya kepada putranya.

Bulan berikutnya, Pang melakukan hal yang sama terhadap  pembantunya. Masuk kamar dan menegur Wahyuni lagi karena pemborosan listrik. Tapi pada kejadian kedua ini, ketika si pembantu memberi tahu anak Pang tentang apa yang telah dilakukan ibunya terhadapnya, Pang tidak mengakuinya.
[ads-post]
Pada tanggal 28 Februari 2018, Pang masuk ke kamar pembantunya ​​ketika Wahyuni  sedang mengobrol dengan temannya melalui siaran langsung Facebook. Pang menegur Wahyuni ​​dalam bahasa Kanton karena selalu menggunakan teleponnya dan berarti itu pemborosan listrik.

Dalam rekaman gambar berdurasi 12 menit yang diposting di halaman Facebook, Wahyuni terlihat membantah dan mengatakan bahwa Pang selalu mencaci-makinya atas hal-hal kecil. Wahyuni ​​kemudian melanjutkan untuk berbaring karena dia tidak ingin melanjutkan perdebatan dengan majikannya.

Namun hal tersebut malah membuat Pang marah, dan dia kemudian terlihat memukul Wahyuni ​​sambil berkata: “Aku ingin membunuhmu. Aku akan mati bersamamu.”

Sebagai tanggapan, Wahyuni ​​berkata: “Itu tidak akan terjadi.”

Pang kemudian berkata: “Kamu sengaja membuatku kesal.”

Ketika Wahyuni ​​berusaha bangkit dari tempat tidur, Pang mendorong punggungnya kemudian menamparnya. Pang meminta pembantunya untuk mengundurkan diri, tetapi Wahyuni menolak. Pang pun berkata: “Saya tahu rencana kamu. Kamu ingin dipecat, agar kamu bisa mendapatkan kompensasi.”

Pang meninggalkan ruangan dan kembali beberapa detik kemudian untuk menarik tangan Wahyuni ​​dan berkata dia akan membawanya ke polisi. Ketika Wahyuni ​​menolak, Pang mulai menyerangnya lagi, memukulnya di mulut, dada, bahu, dan lengan sambil berkata; “Aku ingin memotongmu sampai mati. Jika memotongmu sampai mati tidak membuatku terancam hukuman penjara, aku pasti akan mencincangmu sampai mati!”

Semua kejadian tersebut ditayangkan langsung di Facebook. Diakhiri dengan adegan yang menunjukkan Wahyuni sedang menangis, wajah dan mulutnya terlihat bengkak.

Pada saat kejadian, putra Pang tidak sedang berada di rumah.

Polisi menerima laporan pengaduan melalui telepon dari anonim pada tanggal 1 Maret 2018, dan langsung menangkap Pang di rumahnya. | Suara

Majikan yang Tampar TKW Hongkong Saat Life Facebook Bebas Dari Hukuman

Powered by Blogger.
close