loading...

SUARABMI.COM - Seorang pejabat senior Indonesia mengatakan pekerja migran Indonesia di Macau harus  mendaftarkan informasi pribadi mereka dan kontrak kerja ke konsulat mereka untuk melindungi mereka dari penipuan atau pelecehan.

Tri Tharyat, Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Hong Kong dan Makau, mengatakan bahwa para pekerja Indonesia di Macau saat ini tidak datang ke konsulat untuk mendapatkan persetujuan kontrak mereka. Hal ini menyulitkan konsulat untuk menjaga database akurat orang Indonesia yang bekerja di sana.

“Masalah perlindungan sangat rumit. Kami bahkan tidak tahu bagaimana menghubungi keluarga mereka di Indonesia, ” kata Tharyat.

Konsul Jenderal mengatakan bahwa di Hong Kong dan Taiwan, penerapan langkah ini telah membantu meningkatkan kapasitas Konsulat untuk melindungi pekerja Indonesia dan dalam menghubungi kembali keluarga pekerja di rumah jika terjadi keadaan darurat.
[ads-post]
"Kami memiliki lebih dari 5.000 orang Indonesia yang tinggal di Macau, setengah dari mereka adalah pekerja rumah tangga dan kami perlu memperhatikan bagaimana kedua pihak, Indonesia dan Makau, dapat melindungi mereka dengan lebih baik," katanya.

Tharyat mengatakan masalah umum yang dihadapi orang Indonesia di Macau adalah masalah dengan majikan mereka dan penipuan pekerjaan palsu. Tahun lalu, ada 95 kasus pekerja Indonesia yang ditipu oleh iklan palsu untuk pekerjaan di Macau.

"Ada sindikat kejahatan yang menangani jenis ini dan tahun lalu kami membantu sembilan korban penipuan seperti ini," katanya sebagaimana dilansir asia times.

Pekerja Indonesia di Macau 'harus mendaftar ke konsulat Indonesia' KJRI, Ini Alasannya

Powered by Blogger.
close