loading...

Perusahaan pembuat panel tenaga surya Motech Industries Inc. dikabarkan akan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan pemecatan lebih lanjut tenaga kerjanya sebanyak 2 persen dari total pekerja yang ada karena menghadapi tantangan pelik dalam operasi industri yang dihadapinya.

Setelah mengumumkan program pengurangan tenaga kerja migran asing yang bekerja di industri produksi panel surya pada pekan lalu, pihak Motech secara resmi akan mengakhiri kontrak kerja dari 300 pekerja migran asing yang berkerja di pabrik mereka.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa (25/09/2018), pihak Motech mengatakan akibat menghadapi tantangan berat dan kesulitan dalam industri panel surya pihaknya mengambil inisiatif untuk memperkecil struktur organisasinya dan menyesuaikan strategi perusahaannya.

Dikatakan bahwa mengingat kondisi operasi saat ini yang tidak stabil, maka pihaknya menempuh jalur untuk mengurangi jumlah pekerja dan staf pendukung untuk menurunkan biaya operasional pabrik dan meningkatkan daya saing secara keseluruhan.

SUARABMI.COM - Rencana pengurangan karyawan sebanyak 2 persen ini mengacu pada pemecatan sebanyak 60 karyawan yang ada di pabrik tersebut.

Setelah mengumumkan program pengurangan tenaga kerja migran asing yang bekerja di industri produksi panel surya pada pekan lalu, pihak Motech secara resmi akan mengakhiri kontrak kerja dari 300 pekerja migran asing yang berkerja di pabrik mereka.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa (25/09/2018), pihak Motech mengatakan akibat menghadapi tantangan berat dan kesulitan dalam industri panel surya pihaknya mengambil inisiatif untuk memperkecil struktur organisasinya dan menyesuaikan strategi perusahaannya.

Dikatakan bahwa mengingat kondisi operasi saat ini yang tidak stabil, maka pihaknya menempuh jalur untuk mengurangi jumlah pekerja dan staf pendukung untuk menurunkan biaya operasional pabrik dan meningkatkan daya saing secara keseluruhan.
[ads-post]
Rencana pengurangan karyawan sebanyak 2 persen ini mengacu pada pemecatan sebanyak 60 karyawan yang ada di pabrik tersebut.

300 pekerja migran asing itu terutama bekerja di jalur perakitan di pabrik industry Motech di Tainan, wilayah selatan Taiwan, ungkap pihak Motech dalam pernyataan pada tanggal 17 September silam.

Pada bulan Juni, Motech menghentikan operasi pertumbuhan kristalnya di Southern Taiwan Science Park. Proses pertumbuhan kristal diperlukan untuk menghasilkan wafer silikon, bahan utama untuk produksi sel surya. *indogo

Ratusan Pekerja Migran Di PHK di Taiwan Selatan Karena Pabriknya Bangkru

Powered by Blogger.
close