loading...
============

SUARABMI.COM - Tuntutan para pekerja migran asing yang meminta pemerintah Taiwan untuk memberlakukan larangan terhadap pendirian bangunan asrama pekerja migran di lokasi pabrik tidak akan diberlakukan dalam waktu dekat.

Hal ini dikarenakan kebijakan tersebut masih akan memerlukan amandemen terhadap peraturan yang relevan, yang harus didahului oleh diskusi antar kementerian terkait, ungkap pihak Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan dalam konferensi pers yang digelar pada hari Kamis (25/10).

Hsueh Chien-chung, seorang kepala bagian di Badan Pengembangan Tenaga Kerja MOL Taiwan, mengatakan badan tersebut harus berkoordinasi dengan Kementerian Perekonomian (MOEA) Taiwan terhadap amandemen yang mengatur keselamatan para pekerja migran asing yang bekerja di pabrik-pabrik Taiwan.

Dilansir dari media Focus Taiwan menyebutkan bahwa pada bulan Mei dan Juni lalu, sejumlah kelompok-kelompok non-pemerintah mengadakan protes yang menuntut perhatian pemerintah Taiwan terhadap masalah keamanan asrama pekerja migran yang bekerja di pabrik.
[ads-post]
Demo ini dipicu oleh insiden dari dua kebakaran pabrik yang merenggut nyawa hampir selusin pekerja migran asing di Taiwan yang bekerja di sektor industri.

Adapun salah satu tuntutan yang dibuat oleh para demonstran adalah untuk merelokasi asrama pekerja migran asing yang bekerja di pabrik.

Mereka meminta agar pihak pemilik pabrik memindahkan lokasi asrama pekerja ke jarak yang aman dan cukup jauh dari pabrik. Sehingga saat peristiwa musibah kebakaran pabrik terjadi, keselamatan para pekerja migran asing masih tetap terjaga.

Hsueh mengatakan kementerian tenaga kerja sedang bekerja pada peraturan untuk menerapkan larangan asrama pekerja di lokasi pabrik.

Selain itu pihaknya juga tengah menyusun proposal untuk menghukum pemilik bisnis atau pemilik pabrik yang tidak menerapkan langkah-langkah keamanan yang tepat untuk pekerja migran yang dipekerjakan di badan usaha mereka.

Jika disetujui oleh Legislatif, amandemen Pasal 54 dan 72 undang-undang (UU) Layanan Ketenagakerjaan Taiwan akan menurunkan kuota karyawan asing sebanyak minus 5 untuk setiap kasus kematian pekerja migran akibat kelalaian dari pihak perusahaan, kata Hsueh.

Dalam kasus cedera pada pekerja migran asing, kuota akan dikurangi satu kali setiap kali insiden tersebut terjadi, kata Hsueh.

Ia menambahkan bahwa pihak MOL Taiwan akan memberikan rincian lebih lanjut tentang proposal itu dalam pekan depan.

Menurut data statistik terbaru pemerintah Taiwan, saat ini tercatat sebanyak 699.379 pekerja migran asing yang bekerja di Taiwan per September 2018. ~ suarabmi, indogo

Aturan Baru Taiwan, Tentang Kebijakan Mes TKI Tak Boleh Berada Satu Bangunan dengan Pabrik, Ini Realisasinya

Powered by Blogger.
close