loading...
============

SUARABMI.COM - Pengakuan mengejutkan diakui Roni alias Kabul (45) warga Pasir Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung yang menjadi tersangka penc4bulan anak di bawah umur. Roni sempat sesenggukan menangis dan menyesali perbuatannya

"Astagfirullahaladzim, saya menyesal telah melakukan itu," kata Roni di depan Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar 

Roni yang ternyata mempunyai istri seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan itu mengaku telah enam tahun membuka usaha kafe 

"Enam tahun saya usaha kafe, istri saya bekerja di luar negeri sebagai TKW di Taiwan sudah empat belas tahun. Anak saya satu," kata Roni sambil menutup wajahnya 

Roni mengaku hanya tiga anak yang menjadi korbannya, tiga korban tersebut dikerjai di rumahnya yakni di Kaffe Cendana Dusun Pasir  "Di rumah, benar saya menyesal dan tak akan mengulangi perbuatan saya lagi," paparnya 

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar menyatakan kasus ini terungkap setelah penyidik melakukan penyelidikan panjang selama enam bulan. 

"Kasus ini terungkap atas informasi dari masyarakat, terungkap pada tanggal 17 Oktober lalu dengan korban anak di bawah umur berinisial AF," kata Tofik 
[ads-post]
Dalam menjalankan aksinya, Roni menggunakan iming-iming fasilitas agar korbannya mau dic4buli. "Diiming-imingi dan diberi fasilitas seperti minum kopi gratis, bernyanyi di room nyanyi dengan catatan memenuhi keinginan pelaku," katanya 

Setelah disepakati, korban akhirnya menuruti kemauan Roni dan dic4buli di rumah sekaligus warung tempat usahanya "Pengakuannya masih 3 kali, namun kita akan lakukan penyelidikan lebih lanjut," jelasnya 

Kapolres mengimbau agar para orang tua lebih berhati-hati dan menasehati anaknya jangan mudah digoda dengan janji palsu.

"Agar setiap orang tua mengawasi anaknya yang keluar dari rumah untuk cek dan ricek, bergaul dengan siapa dan kemana saja. Semua perlu diawasi agar tidak terjadi hal seperti ini," pungkasnya 

Sementara itu, Kanit UPPA Ipda Retno Pujiarsih mengatakan Roni merupakan pelaku sekaligus di masa lalunya menjadi korban pelecehan.

"Pengakuannya saat masih SD dia menjadi korban aksi yang sama, saat itu tidur di Mushola dan di tempat gelap dia diraba dan mendapat pelecehan. Namun itu pengakuan pelaku," jelasnya 

Dalam menjalani pemeriksaan, polisi juga menyiapkan psikolog untuk mendampingi para korban akibat ulah tersangka yang memang diketahui berorientasi gay dan bes*ksual. 

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa celana dalam, baju atasan dan kaus putih milik korban. Pelaku dapat dijerat Pasal 82 jo Pasal 76 E UURI No 17 Tahun 2016 jo UURI No 35 Tahun 2014 jo UURI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

BEJATT...! Istri Jadi TKW di Taiwan, Suami Buka Kafe di Tulungagung dan Menghohohihe 3 Anak Dibawah Umur

Powered by Blogger.
close