loading...
============

SUARABMI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut 3,8 juta jiwa penduduk Indonesia memiliki risiko terhadap ancaman tsunami. Sebab, tak banyak waktu untuk menyelamatkan diri dari gelombang laut tersebut.

"Waktu untuk menyelamatkan diri hanya 30 menit hingga 40 menit. Karena itu, mitigasi bencana tsunami penting," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dikutip dari Antara, Kamis, 4 Oktober 2018. 

Sutopo mencontohkan gempa 7,8 Skala Richter (SR) diikuti tsunami setinggi 36 meter di Flores pada 12 Desember 1992 yang menyebabkan 2.600 orang tewas dan hilang. Jarak waktu antara gempa dengan tsunami hanya lima menit.
[ads-post]
Singkatnya waktu antara gempa dengan tsunami karena tsunami di Indonesia bersifat lokal. Artinya, sumber gempa pemicu tsunami berada di sekitar wilayah Indonesia.

"Kawasan Timur Indonesia lebih rawan tsunami, tetapi masih minim penelitian, sarana prasarana, sosialisasi dan mitigasi tsunami," jelas dia.

Selain gempa dan tsunami di Flores pada 1992, kejadian serupa juga pernah terjadi di Ambon pada 1674. Tercatat, 2.243 orang tewas akibat tsunami dengan ketinggian 80 meter hingga 100 meter.

"Antara 1629 hingga 2018, gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, terdapat 176 kejadian tsunami besar dan kecil," beber Sutopo. *medcom.id

BNPB: 3,8 Juta Penduduk Indonesia Berisiko Terancam Tsunami

Powered by Blogger.
close